Penghargaan itu diterima Nowitzki --pemain bertubuh jangkung dan bermain amat brilian sepanjang musim kompetisi-- kendati tampil memprihatinkan pada pudarnya penampilan Mavericks dalam babak playoff.
Menjadi pemain All Star enam kali dalam karirnya selama sembilan tahun bermain dalam kompetisi NBA, Nowitzki mendapatkan 1.138 poin dan mendapat 83 suara dari pemilihan panel beranggotan 129 wartawan.
Penerima penghargaan MVP dua kali dari Phoenix Suns, Steve Nash, rekan baik Nowitzki dan pernah satu tim, berada di urutan kedua dengan 1.013 poin (44 suara).
Kobe Bryant dari Los Angeles Lakers di tangga ketiga dengan 521 poin, disusul pemain dari San Antonio, Tim Duncan (286 poin) dan pemain dari Cleveland, LeBron James (183 poin).
Nowitzki memimpin Dallas dalam musim kompetisi untuk menorehkan rekor tanding 67-15, terpaut di tempat keenam terbaik berdasar persentase sejarah NBA. Ia membuat angka rata-rata 24,6 poin, 8,9 rebound dan karir terbaik 3,4 assist.
Ia bergabung dengan Hakeem Olajuwon dari Houston Rockets, Duncan dan Nash dalam daftar pemain internasional yang mendapatkan penghargaan MVP. Nowitzki yang berusia 28 tahun berada di urutan ketiga dalam pemilihan dua musim kompetisi lalu.
Selain terpilih ke dalam tim All-NBA First Team untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, Nowitzki tidak sanggup membawa unggulan utama Dallas ke jenjang atas putaran pertama playoff di Wilyahan Barat.
Golden State Warriors, meraih keuntungan dari kurang efektifnya Nowitzki, dengan mengalahkan Mavericks dalam empat pertandingan dan kandas pada dua pertandingan dalam perburuan angka tujuh terbaik itu. (*/cax)