< >

Murray Diragukan Tampil di Prancis Terbuka

Rabu, 16 Mei 2007 11:50
Kapanlagi.com - Harapan Andy Murray untuk bermain di Prancis Terbuka tampak semakin memudar setelah ia terpaksa mengundurkan diri dari pertandingan babak pertama turnamen Seri Master Hamburg, Selasa, karena cedera.

Kejadian tersebut merupakan mimpi buruk bagi Murray --petenis peringkat 10 dunia dari Skotlandia-- saat ia seharusnya bergembira karena merayakan ulang tahun ke-20.

Ia mengalami cedera itu saat telah unggul jauh dari petenis Italia Filippo Volandri hingga ia harus meninggalkan lapangan dengan penuh kekecewaan karena mengalami sobek tendon dan harus dibawa ke rumah sakit.

"Saya tidak yakin seberapa buruk keadaannya, tetapi pergelangan tangan saya meradang dan kaku. Saya kira, saya harus mengenakan penyangga," kata Murray. "Saya akan pulang dan memeriksakannya lagi dan baru membuat pengumuman."

Tetapi ketika ditanya tentang kesempatannya berkompetisi di Roland Garros pekan depan, ia mengatakan: "Mungkin tidak, saya akan berpikir dulu."

Murray memastikan keunggulan 5-1 atas penakluk Roger Federer pekan lalu di Roma dengan melesakkan ground stroke keras untuk mendobrak pertahanan Volandri di baseline.

Murray, satu dari dua atau tiga bintang muda yang menjanjikan, mengawali pertandingan dengan spektakuler, memenangi 12 poin awal dan empat game awal.

Namun demikian, pukulan-pukulan keras yang ia lakukan tampaknya memiliki konstribusi besar atas cedera yang ia alami yaitu saat mencoba melakukan forehand pada poin kedua ketika memegang servis.

Murray memutuskan untuk terus melanjutkan pertandingan, tetapi setelah melakukan dua kali backhand dengan kondisi yang tidak nyaman, ia menjatuhkan raket pada pertengahan reli usai melakukan forehand drop shot.

Memukul semua bola dengan forehand pun merupakan kondisi yang tidak mungkin dilakkan, tetapi setelah interval selama tujuh menit dan petugas medis membebat pergelangan tangan Murray, ia mencoba bermain kembali.

Kali ini, sesaat setelah melakukan forehand, ia berteriak keras dan pertandingan pun diakhiri dengan pemandangan yang memilukan saat Murray mengerang-erang kesakitan selama hampir satu menit.

Wasit pun segera menyatakan Volandri sebagai pemenang pertandingan dan petugas medis kembali mendatangi Murray dan membawanya keluar lapangan untuk kemudian membawanya ke rumah sakit dan mendapat pemeriksaan MRI.

Cedera tersebut masuk dalam daftar cedera yang dialami Murray tahun ini. Setelah mengalami masalah dengan salah satu sisi badannya saat bertanding lama melawan Rafael Nadal di Australia Terbuka pada Januari, ia pun mengalami cedera yang sama saat melawan Novak Djokovic di Indian Wells pada Maret.

Murray pun mengalami cedera pangkal paha saat kalah dari Djokovic di Miami dua hari kemudian, dan musim lapangan tanah liatnya harus tertunda karena mengalami cedera punggung di Monte Carlo bulan lalu.

Selain itu, Murray pun harus mengalami masalah lama dengan pergelangan kakinya, yang ia selalu ia bebat saat bertanding.

Cedera yang ia alami sekarang pun semakin meningkatkan pertanyaan apakah seorang pemain berbakat dan memiliki perkembangan yang pesat memiliki kapasitas fisik untuk mencapai puncak, seperti yang banyak dinyatakan oleh pengamat bahwa ia mampu.

Murray meyakini pendapat tersebut. "Saya hanya mengalami hari yang tidak menguntungkan dengan cedera saat ini," tambahnya.

"Hal ini dapat dialami oleh siapapun. Cedera datang silih berganti, tetapi tidak ada yang serius. Dan semoga cedera kali ini tidaklah parah dan saya dapat segera tampil di lapangan," katanya. (*/cax)