Koordinator Bidang Bank Indonesia (BI) Surabaya, Mahmud, di Surabaya, Rabu, mengemukakan, daerah yang menjadi tujuan pengiriman remittance terbesar adalah Surabaya sebesar Rp71,90 miliar, diikuti Malang Rp68,33 miliar dan Bangkalan Rp48,37 miliar.
Arab yang meupakan salah satu tujuan utama TKI dari Jatim, transfer dananya yang masuk tertinggi dibandingkan negara lainnya yakni sebesar Rp266,22 miliar, atau 45 % dari total dana TKI yang ditransfer melalui bank-bank di Jatim.
Sedangkan negara-negara lainnya yang mengirimkan dana cukup besar adalah Malaysia Rp115,92 miliar, Taiwan Rp35,04 miliar, Hongkong Rp25,65 miliar serta Singapura Rp14,89 miliar.
Komposisi negara-negara pengirim remittance terbesar ke Jatim tersebut, masih sama dengan periode-periode sebelumnya, ungkap Mahmud.
Sementara itu, dilihat dari pertumbuhan tahunan transfer dana ke Nganjuk mengalami pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 446,21%, diikuti Trenggalek dan Ngawi masing-masing 352,07% dan 237,70%.
Sedangkan daerah Tuban, Bojonegoro dan Sumenep mengalami penurunan terbesar masing-masing 86,28%, 59,02% dan 55,56%. (*/rsd)