Menurut dia, komoditi kelapa sawit selama tahun 2003 sampai tahun 2006 telah dilaksanakan pengembangan areal tanaman seluas 189.086 ha sehingga meningkat dari 429.666 Ha tahun 2003 menjadi 618.752 Ha tahun 2006.
Produksi CPO dan kernel juga meningkat dari 1,32 juta ton tahun 2003 menjadi 1,59 juta ton tahun 2006 atau meningkat 20,45%, katanya dihadapan alumni Unsri. Sementara untuk komoditi karet Sumsel ditargetkan untuk mengikuti peremajaan seluas 30 ribu ha dari target nasional seluas 250 ribu ha.
Pada saat ini Pemprov Sumsel telah mengalokasikan melalui APBD provinsi program peremajaan karet rakyat seluas 7.500 ha dengan menyediakan bibit tiga juta batang bagi masyarakat di 15 kabupaten/kota, ujarnya.
Listrik
Ia mengatakan, di bidang pembangunan ketenagalistrikan antara lain pembangunan PLTG Palembang Timur (150 MW), PLTG Borang Mounted (2x18 MW) PLTG Musi (3x4,5 MW), PLTG Prabumulih (2x6 MW) dan PLTG Gunung Megang (2x40 MW).
Total kapasitas pembangkit terpasang di Sumsel mencapai 743,7 MW sehingga surplus daya listrik sebesar 304 MW untuk mendukung sistem interkoneksi Sumbagsel,
Sumbar dan Riau, tuturnya. Di samping itu beberapa investor masih menunggu PPA dari PT PLN (Persero) dalam rangka pembangunan PLTU mulut tambang sebesar lebih kurang 4.400 MW. Pembangunan pipa gas sepajang 1.038 Km menuju Pulau Jawa yang dilakukan dalam dua tahap dengan total produksi 650 juta kaki kubik perhari atau setara lima juta ton LNG dengan nilai investasi 1,1 miliar dolar Amerika.
Peran suplai gas Sumsel menuju Jawa untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada kebijakan mengurangi ketergantungan BBM selanjutnya mengantinya dengan sumber energi gas. Ini berarti pemakaian BBM yang setiap tahunnya mencapai 38 juta kiloliter dapat dihemat seperenamnya, tuturnya.
Kontribusi peran nasional gas Sumsel itu jika dihitung rupiah menghemat subsidi BBM dalam APBN sebesar Rp10 triliun pertahun, jelasnya. (*/rit)