Gadis yang kini duduk di bangku kelas satu SMUN 2 Bekasi Barat tersebut ingin kembali membuktikan kemampuannya dalam dunia tarik suara dengan mengikuti berbagai ajang perlombaan tarik suara, termasuk Indonesian Idol.
Namun sayang, Silvi yang sempat mengeluarkan tiga album anak-anak tersebut hanya lolos di babak audisi.
"Kalau dihitung ada sekitar tiga puluh piala yang diraih Silvi dalam berbagai ajang perlombaan tarik suara solo maupun band," kata ibunda Silvi, Yani Suryani saat ditemui di kediamannya Jalan Narogong Permai -1 Blok G12 no 7 Bekasi Selatan, Senin (21/5).
Cita-cita Silvi ternyata bukan menjadi penyanyi tetapi atlet karate. Namun setidaknya, minat bungsu dari dua bersaudara ini telah tersalurkan dengan menjadi guru karate di Labschool Villa Nusa Indah, Bekasi.
"Anak saya dulu bercita cita ingin menjadi atlet karate bukan seorang penyanyi," katanya.
Ayah Silvi, Heynky Heronusa Nirmala meninggal dunia ketika ia masih balita.
Perjalanan dalam dunia tarik suara dimulai ketika Silvi menginjak usia enam tahun. Sang ibu sengaja membuat demo album untuk ditawarkan ke sejumlah produser rekaman, namun sempat beberapa perusahaan rekaman menolak.
Di Studio Gajah Mada, Jakarta Barat, Yani bertemu dengan Papa T Bob yang sudah punya nama besar dalam urusan cipta lagu anak hingga berlanjut masuk dapur rekaman dan dikontrak perusahaan rekaman Metro Musik untuk dua album diantaranya berjudul Nenek-nenek kakek-kakek yang sempat populer pada masa itu.
Selesai kontrak dengan Metro Musik, Silvi yang ketika itu duduk di bangku kelas empat sekolah dasar Al-Azhar Kemang Pratama, Bekasi Selatan kembali mandapat tawaran kontrak dengan Agip Record hingga menelurkan satu album berjudul Kupu-kupu ciptaan Obos Dobrak Gembok.
Karena tidak ingin mengganggu kegiatan sekolah, gadis berdarah Sunda ini memutuskan untuk vakum sementara.
Dara yang 25 Oktober mendatang akan merayakan ulang tahunnya yang ke-17 itu mengatakan, ingin melanjutkan kuliah untuk menekuni bidang Desain Grafis.
"Saya ingin melanjutkan kuliah bidang disain grafis, tapi juuga tidak mau meninggalkan dunia tarik suara yang penting tidak mengganggu belajar," ujar Silvi. (*/boo)








