< >

Tanpa Bantuan, Warga Pelabuhan Ratu Bertahan di Pengungsian

Selasa, 22 Mei 2007 09:22
Kapanlagi.com - Memasuki hari kelima pasca bencana gelombang pasang yang terjadi di perairan Pelabuhan Ratu, ratusan warga yang mengungsi di tempat pengungsian Gelanggang Olahraga (GOR) Jajaway akan tetap bertahan hingga mendapatkan bantuan dari Pemda setempat.

"Kami akan tetap bertahan di tempat pengungsian hingga Pemkab Sukabumi merelokasi warga ke tempat yang lebih aman," kata salah seorang warga Rawakalong Kelurahan Pelabuhan Ratu, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Hasanah (30), Selasa.

Pemkab Sukabumi berencana akan merelokasi warga yang rumahnya hancur diterjang gelombang pasang yang terjadi sejak Kamis (17/5) lalu ke tempat yang lebih aman dan dataran tinggi, yakni di Tenjoresmi, Kecamatan Pelabuhan Ratu.

Warga yang akan direlokasi ke Tenjoresmi adalah warga yang berada di tiga kampung, yakni Kampung Rawakalong, Kampung Cemara dan Kampung Cipatuguran yang merupakan kawasan pinggiran pantai.

Menurut dia, untuk saat ini pihaknya tidak mungkin kembali ke rumahnya, pasalnya rumahnya yang berada di pinggiran pantai Pelabuhan Ratu hancur diterjang gelombang pasang.

Hal senada juga dikatakan, Nining (36) warga Rawakalong, Kelurahan Pelabuhan Ratu Kecamatan Pelabuhan Ratu. Ia tidak kembali ke rumahnya karena sudah hancur diterjang ombak, dan meminta kepada Pemkab Sukabumi agar menyediakan tempat yang layak bagi keluarganya.

"Kami akan bertahan di tempat pengungsian hingga Pemkab Sukabumi merelokasi dan menyediakan tempat yang layak," kata Nining yang sedang hamil delapan bulan.

Nining yang mengungsi bersama suami dan enam orang anaknya yang masih kecil itu mengaku, tidak semua barangnya berhasil diangkut karena gelombang pasang terjadi tiba-tiba.

"Paling hanya barang-barang yang penting saja, sementara barang yang lain seperti kasur dan lemari tidak berhasil diangkut," katanya seraya menyebutkan dirinya bersyukur keenam orang anaknya selamat meski satu orang anaknya sempat terbawa ombak.

Sementara itu, Koordinator tim medis pengungsian, Tatang Sutarman mengatakan, hingga saat ini jumlah pasien yang diberi obat di posko kesehatan sebanyak 197 pasien, yang rata-rata pasien terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan penyakit gatal-gatal.

"Namun, ada juga pasien yang kondisinya lemah karena shock akibat bencana gelombang pasang tersebut dan mengalami gangguan pada lambungnya," katanya. (*/cax)