Gelombang Laut Jawa-Sumatera-Nusa Tenggara Diprakirakan Menurun
Kapanlagi.com - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memprakirakan dalam lima hari ke depan secara umum tinggi gelombang laut di wilayah perairan pantai barat Sumatera, selatan Jawa, selatan Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur sudah menurun dibandingkan tinggi gelombang pada 17-20 Mei 2007 yang mencapai enam meter hingga tujuh meter. Kepala BMG Ir. Sri Woro Budiati Harijono, Msc di Jakarta, Selasa, mengatakan, tinggi air laut di wilayah perairan tersebut selanjutnya hanya akan berkisar antara dua meter hingga tiga meter atau satu meter lebih tinggi dari rata-rata normal sekitar dua meter. Ia menjelaskan hal itu terjadi karena pengaruh fenomena astronomi, alun (swell) yang berasal dari Samudera Hindia sebelah barat Australia dan gelombang Kelvin yang menjalar di ekuator akibat fase transisi angin dari timur ke barat ekuator telah melemah. "Ditinjau dari posisi bulan dan bumi, dimana posisi bulan-bumi dan matahari tidak lagi satu garis, maka akan mengakibatkan ketinggian muka laut menurun," katanya. Saat ini, ia melanjutkan, gelombang Kelvin (muncul pada Mei-Juni dan November-Desember) juga sudah menjalar ke wilayah selat Makassar sehingga pengaruhnya ke wilayah pantai barat Sumatera, selatan Jawa, selatan Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur juga menurun. Dalam lima hari ke depan, kata Woro, dampak gelombang Kelvin diprakirakan hanya terjadi di laut Jawa, perairan Kalimantan Timur dan sisi barat Selat Makassar serta bila energinya masih ada akan mencapai Palu (Sulteng) hingga utara Sulawesi. Secara rinci BMG memrediksi pada 22 Mei 2007, tinggi gelombang di Laut Jawa sebelah utara Jawa Tengah dan Jawa Timur, Laut Bali dan Laut Timor diprakirakan mencapai 2,5-3,0 meter, berbahaya bagi kapal nelayan, tongkang dan ferry. Pada 23 Mei 2007, menurut BMG, gelombang laut setinggi 2,5-3,0 meter diprakirakan terjadi di perairan sebelah selatan Lampung, selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah, Laut Jawa sebelah utara Jawa Barat dan Jawa Tengah, laut Bali dan Laut Timor serta gelombang laut setinggi 3,0-3,5 meter yang berbahaya bagi semua kapal akan terjadi di Laut Jawa sebelah utara Jawa Timur dan Laut Arafuru. Selanjutnya pada 24 Mei 2007, tinggi gelombang di perairan sebelah selatan Lampung, Laut Jawa sebelah utara Jawa Barat, Laut Bali dan Laut Timor akan mencapai 2,5-3,0 meter serta tinggi gelombang di Laut Jawa sebelah utara Jawa Tengah dan Jawa Timur dan Laut Arafuru akan mencapai 3,0-3,5 meter. BMG menyebutkan pula bahwa pada 25 Mei 2007, gelombang laut di perairan sebelah selatan Lampung, sebelah selatan Kalimantan Selayan, Laut Arafuru dan Laut Timor akan setinggi 2,5-3,0 meter dan gelombang di perairan sebelah selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah akan mencapai 3,0-3,5 meter. Sementara pada 26 Mei 2007, menurut BMG, gelombang setinggi 2,5 meter diprakirakan terjadi di perairan sebelah selatan Jawa, Laut Timor dan laut Arafuru serta gelombang setinggi 3,0-3,5 meter terjadi di perairan sebelah selatan Lampung dan Jawa Barat dan perairan sebelah selatan Lampung. Guna mengantisipasi dampak kenaikan gelombang laut tersebut, Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana (Bakornas PB) Tabrani mengatakan saat ini pihaknya sudah meyampaikan informasi BMG tersebut ke semua pemerintah provinsi dan kabupaten yang terkait. "Kita juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Satkorlak untuk mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk mengantisipasi terjadinya bencana akibat fenomena alam tersebut," demikian Tabrani. (*/cax) |