Alat Deteksi Tsunami Akan Dilengkapi Sensor Gelombang dan Suhu
Kapanlagi.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berencana melengkapi alat deteksi tsunami, yang terdiri atas Buoy dan Oceon Bottom Unit (OBU), dengan sensor gelombang dan suhu supaya bisa digunakan untuk mendeteksi gejala oseanografi seperti kenaikan tinggi gelombang pasang. "Kita ada rencana untuk menambahkan sensor suhu dan gelombang, yang biasanya tidak ada di Tsunami Buoy Early Warning System, pada buoy generasi kedua yang akan kita buat," kata Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Sumber Daya Alam, Jana Tjahjana Anggadiredja di Jakarta, Selasa. Menurut dia, hal itu dilakukan supaya alat deteksi tsunami tersebut juga dapat mendeteksi gejala kenaikan tinggi gelombang air laut yang dapat menganggu lalu lintas perairan serta aktifitas nelayan. Saat ini, ia menjelaskan, BPPT sudah membuat sebuah buoy dan OBU yang merupakan komponen utama sistem peringatan dini Tsunami (Tsunami Early Warning System/TEWS) dan menempatkannya di perairan Selat Sunda. "Alat itu sudah bekerja, OBU-nya sudah bisa berkomunikasi dengan buoy permukaan dan buoy sudah bisa berkomunikasi dengan satelit dan sampai ke lantai 20 gedung BPPT. Selanjutnya kita akan membuat empat buoy, satu buoy generasi satu dan tiga buoy generasi kedua yang dilengkapi sensor suhu dan gelombang pendek," jelasnya. Lebih lanjut Jana menjelaskan pula bahwa saat ini sebanyak empat Buoy dan OBU sudah terpasang di beberapa wilayah perairan RI yakni satu perangkat buatan Indonesia, dua unit bantuan Jerman (dipasang di perairan barat Padang dan utara Aceh-red) dan satu unit bantuan Malaysia. Pada akhir 2008 rencananya sudah akan terpasang 22 unit buoy di seluruh perairan Indonesia, termasuk di utara Sulawesi, di selatan Nusa Tenggara hingga utara Papua sebab Indonesia diperkirakan membutuhkan 22-24 buoy di sepanjang pantainya untuk memantau bencana tsunami. (*/cax) |