"Kami akan memanggil manajer dan pelatih Arema Selasa (29/05) depan untuk meminta keterangannya atas dugaan penghinaan terhadap perangkat pertandingan yang terjadi di dalam pesawat terbang, yang menyebabkan wasit, asisten wasit, dan wasit cadangan sampai harus pindah pesawat," kata Ketua Komdis PSSI, Togar Manahan Nero, di Jakarta, Selasa (22/05).
"Bahkan ada tuduhan Janu memukul wasit yang memimpin pertandingan, Najamuddin, dari Makassar," tambahnya.
Menurut Togar, berdasarkan keterangan sementara yang dihimpunnya, ketika itu rombongan Arema kebetulan satu pesawat dengan Najamuddin, asisten wasit satu Made Putra, dan wasit cadangan Sa'adah.
Saat pesawat belum tinggal landas, para pemain Arema melontarkan ejekan-ejekan kepada wasit, sehingga mereka merasa tidak nyaman dan kemudian petugas keamanan bandara meminta ketiga orang itu untuk pindah pesawat.
"Kami akan investegasi hal itu dan akan memanggil semua pihak yang terlibat dalam insiden itu," ujar Togar yang menolak menyebutkan ancaman sanksi bagi pelatih asal Republik Ceko itu jika terbukti bersalah.
Selain pelatih, pemain dan kapten Arema Alexander Pulalo pun dipanggil oleh Komdis, namun untuk kasus yang berbeda.
Alex akan diminta keterangannya pada Selasa (29/05) depan karena diduga melontarkan kalimat hinaan kepada wasit Jimmy Napitupulu dalam pertandingan eksebisi pembukaan Copa Dji Sam Soe Indonesia 2007 melawan Persik Kediri, 13 Mei lalu. Ketika itu Alex diberi kartu merah langsung oleh Jimmy.
Sidang Pertama
Sidang Komdis itu merupakan sidang pertama pengurus baru badan yudikatif PSSI tersebut setelah pengumuman kabinet PSSI oleh Ketua Umum Nurdin Halid pekan lalu.
Personel Komdis berkurang dua dari tujuh orang menjadi lima orang dengan posisi ketua tetap dipegang Togar Manahan Nero.
Wajah lama yang masih bertahan selain Togar adalah Joko Driyono dan Mahpudin Nigara sementara dua wajah baru adalah Alfred dan Kol. Bernard Limbong, yang tidak terlihat di ruang sidang.
"Kolonel Bernard absen kali ini karena harus mendampingi Kasad ke Bandung, tapi mudah-mudahan pada sidang-sidang berikutnya tidak ada pengurus Komdis yang tidak hadir pada sidang," tegas Togar. (*/lpk)