
"Kita upayakan untuk hadirkan pak Roy di puncak acara tersebut sekaligus akan didaulat mengemukakan pengalamannya tentang bahaya narkoba dihadapan ribuan siswa SLTP dan SMU di daerah ini," kata Ketua Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di Makassar, Rabu (23/5).
Pada rapat persiapan pelaksanaan kegiatan HANI 2007 yang dihadiri Wakil Walikota Makassar, Andi Herry Iskandar, dan puluhan pejabat instansi terkait dalam kepengurusan BNK dan BNP di daerah ini, Syahrul yang juga Wakil Gubernur Sulsel menambahkan, Roy Marten yang pernah mendekam di penjara karena kasus narkoba diharapkan mengungkapkan pengalamannya bahwa obat terlarang tersebut tidak ada manfaatnya, bahkan merusak masa depan anak bangsa.
"Kita harapkan beliau bisa memberi nasihat kepada siswa SLTP-SMU dan anggota masyarakat lainya yang hadir di tempat itu bahwa menjauhi narkoba adalah tindakan terpuji," ujarnya.
Puncak HANI yang akan dihadiri para Wakil Bupati/Wawali sebagai Ketua BNK di daerahnya, tokoh pendidik, ulama dan berbagai elemen masyarakat lainnya, akan ditandai pernyataan sikap bersama ribuan siswa/i SLTP-SMU yang isinya antara lain menentang peredaran narkoba di daerah ini.
"Ini adalah salah satu bentuk perlawanan anak-anak dalam menentang peredaran narkoba karena merusak masa depan mereka sebagai generasi penerus bangsa," katanya seraya menambahkan bahwa sekolah tidak boleh kalah dengan narkoba.
Karena itu, lembaga-lembaga pendidikan tersebut harus bersih dan tidak boleh lengah dari narkoba yang sekarang ini melirik sekolah-sekolah sebagai pasar potensial.
"Disinilah peran para pendidik untuk lebih ketat mengawasi masuknya narkoba di sekolahnya. Kalau ada oknum pengedar yang dicurigai, segera laporkan kepada aparat kepolisian untuk ditangkap," katanya seraya mengajak para siswa menjauhi narkoba.
BNP Sulsel saat ini telah memiliki 1.000 orang penyuluh bahaya narkoba tersebar di 23 kabupaten/kota namun masih dianggap belum maksimal untuk menjangkau sekitar 7,4 juta jiwa penduduk di provinsi ini. Ke depan tiap kabupaten/kota harus mencetak 1.000 orang penyuluh atau di Sulsel tersedia 23.000 orang penyuluh bahaya narkoba dari kalangan pendidik, tokoh masyarakat, ulama, pendeta dan relawan mantan pengguna narkoba yang sudah insyaf.
Kegiatan ini juga dimeriahkan lomba cerdas cermat tentang bahaya narkoba tingkat SMU dan pergelaran musik serta pencanangan kecamatan percontohan anti narkoba yang berperan mengajak anak-anak menjauh dari obat terlarang tersebut. (*/boo)
Lihat Profil: Roy Marten