< >

Pariwisata Bali Kembali Beri Harapan

Jum'at, 25 Mei 2007 14:23
Kapanlagi.com - Pariwisata Bali mulai memberikan harapan kembali untuk memperbaiki tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, setelah sektor yang menjadi tumpuan harapan sebagian besar penduduk Pulau Dewata terpuruk pasca tragedi bom Bali 12 Oktober 2002 dan 1 Oktober 2005.

"Membaiknya tingkat kunjungan wisatawan mancanegara berkat berbagai upaya pemulihan citra pariwisata Bali ke berbagai negara pasaran potensial," kata Wakil Ketua DPD Asita Bali, Drs Gde Sarasastra MSI di Denpasar Jumat (25/05).

Ia mengatakan, promosi yang dilakukan pemerintah bersama komponen ke berbagai negara antara lain London, Malaysia, India, China, Australia, Eropa dan negara pasaran potensialnya pemasok turis ke Bali.

"Harapan untuk bangkitnya kembali pariwisata Bali perlu diimbangi dengan perhatian dan kesungguhan untuk membenahi sistem keamanan, penanganan masalah kebersihan, kejujuran sampai insfrastruktur yang memadai," ujar Sarasastra yang juga Direktur biro perjalanan wisata (BPW) Krisnanda Gita Jaya.

Ia menjelaskan, pariwisata Bali mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara, berkat keunikan seni budaya yang diwarisi masyarakat setempat, disamping panorama alam yang tidak ada saingannya.

Daya tarik Bali lainnya adalah rasa nyaman yang ditimbulkan dengan prilaku keramahtamahan serta sopan santun dari masyarakat setempat. Namun belakangan sopan santun yang ditunjukkan masyarakat kelihatannya semakin berkurang.

Padahal keramahtamahan, sopan santun dan kejujuran merupakan hal yang sangat penting bagi pelaku pariwisata, lebih-lebih bagi pramuwisata yang sehari-harinya mendampingi dan mengantar wisatawan mengunjungi berbagai obyek wisata, kata Sarasastra.

Dinas Pariwisata Bali mencatat, kunjungan wisman selama tiga bulan periode Januari-Maret 2007 sebanyak 348.452 orang, meningkat sekitar 46 persen dibanding kurun waktu yang sama tahun sebelumnya yang hanya 188.165 orang.

Peningkatan kunjungan wisatawan itu merupakan yang tertinggi selama ini, karena sejak tragedi bom 12 Oktober 2002 jumlah pelancong menurun lima persen dan kembali anjlok 22,27 persen pada tahun 2003.

Kunjungan wisatawan pada tahun 2005 kembali lagi melorot empat persen dan tahun 2006 juga berkurang sembilan persen. Sedangkan selama tiga bulan pertama 2007 mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Khusus selama bulan Maret 2007 kunjungan wisatawan tercatat 120.673 orang, tertinggi dibanding kunjungan pada bulan Maret tahun-tahun sebelumnya. Bulan Maret 2006 kunjungan tercatat 84.109 orang dan Maret 2005 sebanyak 117.149 orang. (*/rit)