Advertisement
 
Jum'at, 25 Mei 2007 13:54
Presiden Minta Proses Transisi BRR ke Pemerintah Aceh Segera Dilakukan
Kapanlagi.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta proses transisi dari Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) ke Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) bisa segera dilakukan secara serius.

"Permintaan Presiden itu disampaikan dalam pertemuan dengan Kepala Bapel BRR NAD-Nias di kediaman Kepala Negara di Puri Cikeas Bogor, Jawa Barat baru-baru ini," kata juru bicara BRR NAD-Nias Mirza Keumala di Banda Aceh, Jumat.

Dalam pertemuan itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menegaskan bahwa BRR NAD-Nias akan berakhir pada bulan April 2009, seperti tertuang dalam undang-undang pembentukan lembaga tersebut.

"Presiden juga sepakat dengan kita bahwa April 2009 adalah batas akhir dan tidak ada lagi perpanjangan masa tugas BRR," tegas juru bicara BRR Mirza Keumala mengutip Kepala Bapel BRR NAD-Nias, Kuntoro Mangkusubroto.

Sementara Kepala Bapel BRR memaparkan capaian kemajuan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh dan Nias serta hasil kunjungan kerjanya ke sejumlah negara di Eropa beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut, Mirza menjelaskan sebelum mengadakan pertemuan dengan Presiden, Kepala Bapel BRR Kuntoro Mangkusubroto juga bertemu dengan Wakil Presiden M Jusuf Kalla di Istana Wapres di Jakarta.

"Baik Presiden maupun Wapres menyatakan kegembiraannya terhadap berbagai kemajuan yang telah dicapai dalam membangun kembali Aceh dan Nias pasca gempa dan tsunami," katanya.

Ia menjelaskan, Kepala Negara memandang bahwa capaian dalam rekonstruksi Aceh dan Nias merupakan sebuah prestasi Pemerintah Indonesia dan harus dikabarkan ke seluruh dunia supaya menjadi contoh dan pembelajaran dalam menangani bencana besar.

"Wakil Presiden malah secara khusus menyatakan kegembiraannya atas tersedianya fasilitas kesehatan di Aceh yang sudah berada di atas rata-rata nasional," ujar Mirza Keumala.

Harapan Uni Eropa

Terkait dengan harapan dari negara-negara Eropa agar BRR juga ikut membantu daerah yang masih tertinggal di Aceh, Presiden dan Wakil Presiden menyatakan bahwa BRR juga perlu ikut membantu daerah-daerah tersebut,ujarnya.

Dalam pertemuan dengan Presiden dan Wapres, Kuntoro juga melaporkan hasil yang dicapai selama kunjungan singkat ke sejumlah negara di Eropa beberapa waktu lalu.

"Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut baik permintaan negara-negara Eropa agar keberhasilan proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dan Nias disebarkan ke dunia internasional," jelas dia.

"Presiden juga menyampaikan dukungan terhadap permintaan dari Inggris agar BRR dijadikan sebagai lembaga yang bisa menjadi contoh dalam penangangan pascabencana. Bahkan Kepala Negara meminta secara khusus agar BRR mendampinginya pada saat menyampaikan pidato di UNESCO yang terkait dengan Millenium Development Goals (MDGs)," kata Mirza.

Dalam pertemuan itu, Presiden juga gembira atas komitmen Inggris, Belanda, Jerman dan Uni Eropa, yang rencananya akan menambah bantuannya bagi proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh dan Nias.

Sebagai informasi secara total negara-negara Eropa telah menyumbang sebesar US$1,9 miliar atau 32% dari total bantuan yang tersedia sebesar US$6,1 milyar.

Presiden dan Wapres juga disebut gembira melihat bahwa jumlah bantuan sudah mencapai US$6,1 miliar dari US$7,2 miliar yang dibutuhkan, kata dia.

Kata Presiden hal itu sangat jarang terjadi dan ini merupakan bukti kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia semakin besar, jelas Mirza Keumala mengutip pernyataan Presiden melalui Kepala Bapel BRR NAD-Nias. (*/cax)









 

©2003-2007 KapanLagi.com