< >

Golkar Kutuk Pelaku Pemaksaan Remaja Berbuat Cabul

Rabu, 30 Mei 2007 11:52
Kapanlagi.com - Ketua DPD Partai Golkar Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) H Sayed Fuad Zakaria mengutuk keras tindakan sejumlah orang yang memaksa sepasang remaja melakukan perbuatan cabul (tidak senonoh) serta rekamannya beredar luas dikalangan masyarakat di Banda Aceh.

"Tindakan sangat keji dan biadab itu dilakukan orang-orang tidak bermoral dan pelakunya harus ditindak tegas karena telah merusak citra daerah dan masyarakat Aceh dimata masyarakat internasional," katanya di Banda Aceh, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi atas beredarnya rekamanan sepasang remaja berbuat cabul pada sebuah lokasi yang belum diketahui tempatnya melalui hand phone (HP) dan internet, setelah pasangan remaja laki-laki mendapat penganiayaan berat dari pelaku pemaksaan itu.

Dalam rekaman tersiar melalui HP berdurasi lebih lima menit itu, kata Sayed, terdengar suara sekelompok orang yang memaksa pasangan remaja itu untuk melakukan perbuatan cabul sambil membentak korban dengan logat bahasa daerah (Aceh-red) yang sangat kental.

Remaja laki-laki itu menuruti perintah berbuat cabul terhadap remaja perempuan dalam keadaan ketakutan, sehingga aparat kepolisian harus mengusut sampai tuntas serta para pelakunya harus diseret kepengadilan untuk mempertanggungjawabkan tindakan biadab ini.

"Kasus tersebut tidak boleh didiamkan, siapa pun pelakunya harus ditindak tegas serta majelis hakim menggajar hukuman berat kepada mereka," kata Sayed Fuad yang sehari-hari juga dikenal sebagai Ketua DPRD Aceh.

Pelaku pemaksaan sepasang remaja Aceh berbuat cabul itu diperkirakan jumlahnya lebih dari 10 orang, sedangkan korban telah mengadukan kasus tersebut kepada polisi, sehingga semua mereka yang terlibat menyaksikan pasangan remaja berbuat cabut itu harus diseret ke pengadilan.

"Yang sangat memprihatinkan, remaja perempuan sudah memelas minta dihentikan pemaksaan berbuat cabul itu, namun tidak dindahkan," katanya seraya menambahkan seharusnya mereka melindungi remaja dan mencegah perbuatan yang melanggar nilai-nilai adat dan norma Agama (Islam).

Anehnya, diantara sejumlah laki-laki yang memaksa pasangan remaja itu berbuat cabul, tidak ada seorang pun diantara mereka yang terketuk hatinya untuk menghentikan perbuatan tidak senonoh itu, malah terdengar jelas suara ancaman akan memukul lagi kalau tidak dituruti keinginannya.

"Saya harap, aparat kepolisian Aceh mampu menangkap semua pelaku pemaksaan sepasang remaja berbuat cabul yang gambar rekamannya kini telah beredar luas, siapa pun mereka harus diproses secara hukum," demikian Sayed Fuad Zakaria. (*/cax)