< >

Warga Blokir Jalur Surabaya-Bali Usai Bentrok Dengan TNI AL

Rabu, 30 Mei 2007 14:52
Kapanlagi.com - Seusai terjadi bentrok dengan TNI AL, warga Desa Alas Tlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jatim, Rabu siang memblokir jalur pantura Surabaya-Bali dengan membentangkan pohon di tengah jalan.

Dari Pasuruan dilaporkan, untuk mengatasi kemacetan jalan akibat pemblokiran itu, personel Dalmas dari Polres Kabupaten Pasuruan dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasuruan diturunkan ke lokasi.

Bentrok yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di lokasi Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Grati itu dipicu oleh serangan warga saat beberapa pekerja dari Inkopal mengerjakan lahan yang sebelumnya disengketakan antara TNI AL dengan warga.

Akibat bentrokan itu, dikabarkan tiga orang tewas dan delapan lainnya luka-luka terkena tembakan. Ketiga warga yang tewas adalah, Sutam (50), Khodijah (50) dan Mistin (25), warga Alas Tlogo, Kecamatan Lekok. Kini ketiganya berada di RSUD Dr Sudarsono Pasuruan.

Sementara yang luka-luka adalah, Misdi, Rohman, Rahman, Tosan, Khoirul, Nasum, Herwanto dan Satiran. Mereka kini juga dirawat di RSUD Pasuruan.

Kadispen Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful yang dikonfirmasi terpisah membantah yang tewas dalam bentrok itu tiga orang, melainkan hanya satu orang, bernama Sutam.

Ia menjelaskan, masalah lahan Puslatpur itu sudah jelas karena dalam sidang terakhir di pengadilan, kepemilikannya dimenangkan oleh TNI AL. Meskipun demikian, TNI AL sudah memberikan konpensasi untuk relokasi dengan masing-masing KK mendapatkan 500 meter persegi.

Peristiwa bentrok terjadi ketika beberapa pekerja Induk Koperasi TNI AL (Inkopal) hendak mengerjakan lahan untuk pertanian, Rabu pagi. Tiba-tiba sejumlah warga melakukan penyerangan menggunakan celurit dan lemparan batu.

"Prajurit TNI AL akhirnya melakukan tindakan untuk menghentikan penyerangan itu. Prajurit kami memberikan tembakan peringatan, tapi warga tambah bringas dan menyerang. Setelah tembakan peringatan bebrapa kali, akhirnya prajurit melakukan penyelamatan diri karena terancam," katanya.

Menurut Kadispen, selain beberapa warga mengalami luka, akibat lemparan batu itu, beberapa prajurit juga mengalami luka-luka. Untuk saat ini, pihaknya menyatakan bahwa tindakan prajuritnya sudah sesuai prosedur karena melakukan penyelamatan diri.

Mengenai penggarapan lahan untuk pertanian, Kadispen mengemukakan, selain untuk lokasi Puslatpur, beberapa lahan yang kosong memang dimanfaatkan untuk ditanami beberapa pohon. Hal itu tidak menjadi masalah karena memang haknya TNI AL. (*/cax)