"Baru enam orang yang sudah memenuhi panggilan, tiga orang lainnya termasuk di antaranya ketua pengajian Ahyari belum memenuhi panggilan kami," kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Rangkasbitung Encup Sopyan di Lebak, Kamis.
Karena belum diperiksanya Ahyari yang menjadi ketua pengajian pada ajaran Islam Sejati tersebut, sehingga belum bisa menetapkan siapa yang menjadi tersangka utama yang menyebarkan aliran sesat tersebut, katanya.
Meskipun fatwa ulama bahwa ajaran Islam Sejati yang dikembangkan di Kampung Curaheum, Desa Pasindangan, Kecamatan Cileles, jelas-jelas sesat dan bertentangan dengan ajaran Islam, namun kami tetap melakukan pengusutan sesuai dengan hukum yang berlaku sebelum ditetapkan sebagai tersangka, katanya.
"Jadi, walaupun sudah ada yang diperiksa, namun kami belum bisa menetapkan tersangka atas kasus ajaran sesat tersebut, karena pimpinannya sampai saat ini belum tertangkap. Sudah mencoba mendatangi kediaman Ahyari, tetapi ia menghilang," katanya.
Karena itu, ujarnya, pihaknya belum tahu persis bagaimana bentuk ajaran Islam Sejati itu karena belum memeriksa pimpinan pengajiannya.
Untuk mencari pimpinan Islam Sejati, pihak kejaksaan meminta bantuan aparat kepolisian untuk segera menangkapnya, karena penyebaran ajaran sesat tersebut belum tuntas seratus persen, sehingga masyarakat masih mempertanyakan keseriusan aparat hukum.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini Ahyari sebagai ketua pengajian Islam Sejati mau datang ke Kejaksaan sehingga kasus ini bisa diselesaikan," katanya.
Ke enam anggota jemaat Islam Sejati yang diperiksa antara lain Heri, Samad, Usep, Amah, Mardiah dan Asbah, sedangkan tiga orang yang belum diperiksa Ahyari (pimpinan pengajian), Setiawati dan Naya.
Sementara beberapa warga Kabupaten Lebak meminta penegak hukum dapat menuntaskan kasus ajaran sesat Islam Sejati tersebut, karena dikhawatirkan ajaran tersebut berkembang di Kabupaten Lebak maupun Banten.
"Saya minta keseriusan aparat hukum untuk menindak-tegas penyebar ajaran sesat Islam Sejati yang berkembang di Kampung Curaheum, Kecamatan Cileles," kata Ketua Islam Lebak, Endoh Mahfudoh. (*/cax)