< >

Pancasila Jadi Alternatif Ideologi Menghadapi Neoliberalisme

Kamis, 31 Mei 2007 18:34
Kapanlagi.com - Pancasila dapat dijadikan sebagai alternatif ideologi bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi ideologi neoliberalisme yang mulai menguasai kehidupan rakyat di negeri ini.

"Indonesia memiliki ideologi Pancasila, tetapi ide dari kebijakan yang diambil pemerintah bersumber dari nilai liberalisme," kata pakar politik pemerintahan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta IGN AA Ari Dwipayana MSi, Kamis (31/05).

Menurut dosen Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM ini, kebijakan pemerintah yang berseberangan dengan ideologi Pancasila dapat dilihat dari Undang-Undang Penanaman Modal yang sangat memihak pada investor asing.

Selain itu, privatisasi terhadap air dan sumber daya alam yang dilakukan pemerintah sangat diwarnai ide liberalisasi.

Kata dia, seharusnya Pancasila menjadi spirit yang menjiwai kebijakan dan politik Indonesia. "Kini Pancasila hanya dimaknai sebagai simbol atau slogan yang dianggap sakral," katanya.

Ia mengatakan ideologi asli Bangsa Indonesia itu tidak lagi terwacanakan sebagai sebuah pandangan hidup.

Sebagai ideologi yang berakar dalam konteks masyarakat Indonesia, menurut Ari, Pancasila harus diinternalisasikan dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut dia, ideologi sebagai kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa tidak boleh dipahami sepotong-sepotong.

"Pancasila harus dipahami secara utuh, sila Ketuhanan berbasis pada kemanusiaan dan kebangsaan, kerakyatan bersendikan pada kemanusiaan dan keadilan," katanya. (*/lpk)