Howard Yakin Tak Ada Perubahan Pemerintah Dalam Pemilu 2007

Kapanlagi.com - Kendati popularitas dirinya dan koalisi Partai Liberal dan Nasional yang berkuasa terus kalah dari tokoh Oposisi Kevin Rudd dan Partai Buruh (ALP) dalam jajak pendapat beberapa bulan terakhir ini, Perdana Menteri John Howard yakin tak akan ada perubahan pemerintahan di Australia.

Keyakinannya itu disampaikannya pada acara sarapan Partai Liberal di Sydney, Sabtu. Atas keyakinannya itu, seperti diberitakan AAP, para hadirin sempat dua kali berdiri dengan tepukan gemuruh sebagai penghormatan atas Howard.

Penegasan Howard tentang "belum saatnya ada perubahan pemerintahan" itu sekaligus merupakan jawaban atas pernyataan ALP yang posisinya terus unggul terhadap partai koalisi yang berkuasa dalam berbagai jajak pendapat bahwa "kini saatnya untuk berubah".

Kemajuan ekonomi yang telah dirasakan rakyat Australia selama 11 tahun pemerintahan PM Howard merupakan kekuatan partai koalisi dalam menghadapi Pemilu 2007.

"Sekarang izinkan saya menjawab (proposisi ALP itu-red.) bahwa tidak akan pernah ada waktu untuk sebuah perubahan jika perubahan itu bukan untuk kondisi yang lebih baik," katanya.

Dalam acara yang digunakan PM Howard untuk menjelaskan perbedaan-perbedaan antara partai koalisi dengan ALP dalam kebijakan sosial, ekonomi dan luar negeri itu, Howard mengatakan, hanya kebijakan ekonomi yang baik merupakan kendaraan untuk memberikan kesejahteraan kepada rakyat.

"perubahan untuk perubahan itu sendiri bukanlah jalan keluar yang baik," katanya.

PM Howard mengatakan, di masa pemerintahannya, hubungan Australia dan Amerika Serikat mencapai titik terkuat sepanjang sejarah negara itu, dan pada saat yang sama, Canberra juga memperkuat aliansi yang baik dengan Beijing.

"Saya tidak mengatakan bahwa kami telah bebas kesalahan dalam kebijakan luar negeri, tetapi izinkan saya mengatakan bahwa saya rasa(Menlu, red) Alexander Downer telah melakukan tugasnya dengan sangat baik dalam sebelas tahun ini. Dan, tentu dia adalah menteri luar negeri terlama yang pernah dimiliki Australia," katanya.

Hanya saja, terkait dengan isu kebijakan luar negeri, PM Howard sama sekali tidak menyebut invasi Amerika Serikat (AS) yang didukung Australia ke Irak sebagai "masalah terbesar dalam kebijakan luar negeri" antara pemerintah yang berkuasa dengan ALP.

Pemimpin Oposisi Kevin Rudd dan para politisi ALP dalam berbagai kesempatan telah menyampaikan posisi mereka yang akan segera menarik pasukan Australia dari Irak jika mereka memenangkan Pemilu 2007.

Dalam kebijakan luar negeri, ALP, seperti pernah disampaikan menteri luar negeri bayangannya, Robert McClelland, tidak dapat mengambil risiko dengan mengalienasi China karena tidak ada jaminan bahwa AS akan terus menjadi kekuatan dominan di Asia.

Selain itu, tidak juga wajib bagi Australia untuk menandatangani perjanjian pertahanan dengan Jepang atau masuk dalam pembicaraan keamanan formal dengan "sekutu-sekutu kita" dan "India" di mana Beijing akan melihat hal ini sebagai "upaya pengepungan", kata McClelland. (*/rit)

©2003-2007 KapanLagi.com