Polisi menangkap kapal dan menanyai tiga lelaki dan seorang perempuan di sebuah pos polisi di kota Ajigasawa, di prefektur Aomori, di utara pulau terbesar Jepang Honshu.
"Kami menduga mereka dari Korea Utara sebab mereka berbicara dalam bahasa Korea dan mempunyai dokumen-dokumen yang mengisyaratkan dari mana mereka berasal," kata seorang jurubicara kepolisian tingkat prefektur melalui telepon.
Kapal kayu itu, yang panjangnya sekitar delapan meter, ditambatkan di pelabuhan Fukaura, kata seorang pejabat senior polisi setempat. Kapal dan awaknya dipindahkan ke sebuah kantor polisi di dekat Ajigawasa.
"Mereka melarikan diri dari Korea Utara karena hidup di sana susah," kata kantor berita Jiji Press mengutip seorang pejabat kepolisian yang tak bersedia disebut namanya.
"Mereka membawa racun yang akan mereka minum jika mereka ditangkap oleh penguasa Korea Utara."
Pejabat itu mengatakan kepada Jiji bahwa empat orang tersebut merupakan keluarga yang terdiri sepasang suami-istri dan dua anak mereka.
Jepang memberlakukan larangan enam bulan kunjungan bagi kapal-kapal Korea Utara dan semua produk impornya setelah Pyongyang melakukan ujicoba bom nuklir pertamanya pada Oktober tahun lalu.
Larangan tersebut diperpanjang sampai enam bulan berikutnya ketika larangan tersebut berakhir pada pertengahan April, sebagai tekanan terhadap Utara agar negara tersebut menyelesaikan sengketa mengenai penculikan sejumlah warga negara Jepang oleh negara tersebut pada tahun 1970-an dan 1980-an. (*/rit)