Dari pantauan di sejumlah pasar tradisional Palembang, Minggu (3/6), kenaikan harga tersebut tampaknya memicu semakin berkurangnya minat pembeli bahkan yang biasanya membutuhkan satu kilogram, kini mengurangi hanya 0,5 kg hingga 0,25 kg saja.
Beberapa pedagang pengecer mengakui, sejak kenaikan harga tersebut, memang para pembeli agaknya mengurangi jumlah kebutuhannya sehingga yang biasanya habis terjual antara 30 kg hingga 50 kg, sekarang untuk menghabiskan 25 kg saja per hari susah.
Demikian juga pengakuan pembeli, Ny.Sofi, sejak kenaikan harga tersebut agak berat untuk membeli dalam jumlah seperti biasa, namun karena kebutuhan terpaksa berhemat atau mengurangi dari jumlah yang dibeli biasanya. Mengenai pasokan, menurut pedagang, kalau untuk pasokan minyak goreng itu cukup banyak, hanya saja harganya tinggi sehingga terpaksa menjualnya dengan harga tinggi pula dan akibatnya pembeli berkurang.
Pernyataan pedagang maupun pembeli tersebut agaknya memang kenyataan, terbukti di beberapa pasar tradisisonal yang dipantau, tampak pembeli jarang sekali dalam jumlah banyak. Para pembeli rata-rata hanya dalam jumlah 0,5 kg hingga satu kg saja, jarang sekali membeli mencapai dua hingga tiga kg seperti biasanya.
Kalau sebelum harga naik, calon pembeli ada yang mencapai tiga kg untuk kebutuhan selama sepekan, sekarang ini tidak ditemukan lagi pelanggan seperti itu, kata pedagang di pasar 7 Ulu menuturkan. (*/boo)