< >

Panen Raya Tak Pengaruhi Harga Beras di Kalsel

Minggu, 03 Juni 2007 14:23
Kapanlagi.com - Kendati panen raya sudah hampir merata di seluruh kabupaten se-Kalimantan Selatan (Kalsel) namun harga beras lokal, baik itu jenis unus maupun karang dukuh masih tergolong mahal yaitu antara Rp7.000-Rp7.500 per kilogram.

Kepala Bulog Devisi Regional Kalsel Fadhli Muin, Minggu (3/6), mengungkapkan, mahalnya harga beras lokal tersebut dikarenakan sedikit petani yang menanam padi khusus untuk kalangan menengah ke atas itu sehingga musim panen tidak terlalu berpengaruh terhadap penurunan harga beras.

Berbeda dengan beras medium, sejak terjadinya panen raya di beberapa daerah, kini harganya sudah cukup normal, harga eceran hanya berkisar Rp4.200-Rp4.300 per kilogram atau turun dari sebelumnya yang mencapai Rp5.000 lebih.

Sampai saat ini, tambahnya, pihaknya telah berhasil menghimpun beras petani hingga 4 ribu ton dari target 20 ribu ton hingga akhir tahun 2007 nanti.

"Banyak sekali beras masyarakat yang beredar di pasaran, dan mereka juga sangat berminat untuk menjualnya ke Bulog karena harganya sudah sangat standar, sehingga target 20 ribu ton bisa dicapai," katanya.

Diungkapkannya, saat ini beberapa daerah masih belum melakukan panen raya diantaranya Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala, keduanya merupakan sentra padi di Kalsel.

Bila kedua kabupaten tersebut melakukan panen raya, diyakini beras di pasaran akan semakin 'banjir' sehingga penghimpunan beras petani oleh Bulog bisa segera tercapai.

Fadhli yakin hama wereng maupun tikus yang menyerang ratusan hektar padi petani hampir di seluruh daerah tidak akan banyak mempengaruhi produksi padi Kalsel.

"Saya yakin serangan wereng tidak akan banyak mengganggu produksi padi petani mengingat lahan tanam di Kalsel cukup besar," tambahnya.

Apalagi saat ini pemerintah pusat menerapkan kebijakan percepatan tanam untuk mengejar target produksi padi dua juta ton, yang diharapkan akan mampu mendorong ketahanan pangan di Indonesia termasuk Kalsel. (*/boo)