< >

Lebih Murah, Daging Impor Kalahkan Pasaran Daging Lombok

Minggu, 03 Juni 2007 15:19
Kapanlagi.com - Daging sapi asal Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dipasarkan di Jakarta, hingga kini masih kalah bersaing dengan daging impor yang harganya bisa lebih murah.

Direktur UD Herijaya, Lalu Karyajaya di Dusun Pancor Kopong, Desa Tebaban (sekitar 50 kilometer arah timur Mataram), Minggu (3/6), mengatakan, harga daging impor di Jakarta Rp36.000 per kilogram, sementara harga daging sapi Lombok di pasaran lokal saja sudah berkisar Rp42.000 per kilogram.

"Karena itu untuk sementara saya menghentikan pengiriman daging sapi ke Jakarta, sebab kalau diteruskan rugi," katanya.

Sejak Januari 2007 UD Herijaya hanya mengirim daging ekor/buntut, kikil dan lidah sapi ke Jakarta, sebelumnya daging sapi yang dikirim ke Jakarta sebanyak dua ton dalam dua kali pengiriman sebulan.

Sekarang ini kikil, lidah dan buntut sapi yang dikirim ke Jakarta sebanyak dua ton untuk tiga kali kirim dalam satu bulan.

Menurut dia, harga pembelian per kilogram lidah sapi di Lombok Rp26.000, kikil Rp36.000 dan buntut sapi Rp27.000.

"Untuk sementara kita hanya bisa mengirim buntut, lidah dan kikil sapi dari Lombok, karena harga pembeliannya lebih murah sementara di Jakarta harganya cukup tinggi," kata Suryajaya.

UD Herijaya yang berlokasi di Dusun Pancor Kopong, Desa Tebaban selama ini mengirim daging sapi Lombok ke Jakarta menggunakan mobil boks es krim yang kebetulan kosong ketika kembali ke Jakarta setelah mengantar es krim ke Lombok. (*/boo)