Ekspor Telur Ikan Sulsel ke Enam Negara Hasilkan Rp78,3 M
Kapanlagi.com - Ekspor telur ikan terbang Sulawesi Selatan ke enam negara tujuan selama tahun 2006 menghasilkan devisa sebesar 8.702.160 dolar AS atau sekitar Rp78,3 miliar lebih dengan volume 370.148 ton atau meningkat 98,69 persen dari periode sebelumnya tercatat 4,379 juta dolar AS dengan volume 325.939 ton.Meningkatnya nilai mata dagangan tersebut, kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Amal Natsir di Makassar, Minggu (3/6), karena membaiknya harga komoditi telur ikan di mancanegara yakni dari 13,43 dolar AS/kg atau sekitar Rp120 ribu/kg tahun 2005 naik menjadi 23,50 dolar AS/kg pada tahun 2006 atau naik 74,98 persen. Tahun 2007, nilai maupun volume ekspor telur ikan terbang Sulsel diperkirakan naik seratus persen dibanding yang dihasilkan tahun 2006 lalu, menyusul semakin membaiknya harga pasaran di negara-negara tersebut. Apalagi, nelayan patorani (pencari telur ikan terbang) dari sejumlah kabupaten di provinsi ini sejak bulan lalu sudah turun melaut dan kembali setelah dua atau tiga bulan berlayar mencari telur ikan terbang di wilayah perairan Indonesia. Jepang, kata Amal, merupakan pengimpor paling besar telur ikan terbang pada tahun 2006 dengan nilai 4.926.728 dolar AS, Korea 2,5 juta dolar AS, Thailand 579.450 dolar AS, sisanya 664.530 dolar AS diperoleh dari tiga negara tetangga di Asia. Sedangkan ekspor ikan laut segar Sulsel ke-15 negara selama tahun 2006 menghasilkan devisa 10.090.467 dolar AS atau sekitar Rp90,8 miliar lebih dengan volume 2,9 juta ton lebih atau meningkat 26,81 persen untuk nilai ekspor sementara volumenya mengalami penurunan 1,46 persen dari periode tahun 2005 lalu. Dari 15 negara tujuan ekspor ikan laut segar, Singapura paling besar menerima pasokan komoditi tersebut dengan nilai 3,1 juta dolar AS menyusul Belanda 2,988 juta dolar AS dan Amerika Serikat 2,910 juta dolar AS. Sisa nilai ekspor periode tersebut yakni 996.023 dolar dihasilkan dari 12 negara pengimpor ikan segar Sulsel. (*/boo) |