< >

Peremajaan 2.000 Taksi, Grup Blue Bird Gandeng Toyota

Senin, 04 Juni 2007 07:15
Kapanlagi.com - Perusahaan taksi Grup Blue Bird menggandeng PT Toyota Astra Motor dalam peremajaan lebih dari 2.000 unit taksinya di seluruh Indonesia pada 2007 dengan investasi di atas Rp260 miliar.

"Tahun ini minimal peremajaan taksi mencapai sekitar 2.000 unit," kata Direktur Grup Blue Bird Noni SA Purnomo pada gathering bersama TAM, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Pada tahun ini pihaknya melakukan peremajaan dengan menggunakan sedan New Toyota Limo yang harganya antara Rp130 juta sampai Rp135 juta per unit.

"Kami memilih mobil untuk taksi berdasarkan `reliablity` (dapat dipercaya), handal, aman, dan memiliki ruang kabin yang nyaman bagi penumpang," katanya mengungkapkan alasan hanya menggandeng Toyota dalam peremajaan taksi standarnya.

Selain itu, lanjut dia, masalah jaminan purna jual dan layanan servis serta pasokan suku cadang juga menjadi pertimbangan, mengingat taksi membutuhkan perbaikan secara berkala dalam waktu yang cepat dibandingkan mobil pribadi.

"Sejak tahun 2000, kami sudah menggandeng Toyota dengan menggunakan Soluna, meskipun saat itu ada merek lain seperti Timor yang juga digunakan," katanya. Namun dalam perjalanan waktu, lanjut Noni, pihaknya memilih hanya satu merek guna efisiensi terutama dalam penyimpanan stok suku cadang.

Saat ini Grup Blue Bird memiliki sekitar 13.500 armada taksi di seluruh Indonesia yang sebagian besar atau sekitar 11 ribu unit berada di Jabodetabek, Surabaya 1.500 unit, Bali 500 unit, Lombok, 270 unit, Bandung 200 unit, dan sisanya 100 unit di Cilegon (Banten).

Sementara itu, Presdir TAM Johnny Darmawan mengatakan Toyota sengaja memproduksi Limo khusus untuk taksi. Toyota Limo memiliki perbedaan yang signifikan baik spesifikasi maupun fitur dengan Toyota Vios yang dipasarkan untuk masyarakat umum.

"Banyak spesifikasi dalam New Toyota Vios yang tidak ada pada Toyota Limo. Selain itu dalam BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) juga tertulis Limo Taksi," katanya. Ia juga menegaskan, dipakainya Toyota Limo tidak akan menurunkan citra dan penjualan Toyota Vios karena masyarakat Indonesia dinilainya sudah lebih rasional dalam memilih kendaraan yang handal dan sesuai dengan kebutuhannya.

"Mercy saja sekarang dipakai untuk taksi (eksekutif) Grup Blue Bird dan di berbagai negara banyak mobil penumpang juga dipakai untuk taksi, seperti di Eropa, Thailand, dan Taiwan. Fenomena ini merupakan proses pembelajaran bagi konsumen Indonesia," katanya.

Saat ini TAM menguasai 95-96 persen pasar kendaraan untuk armada taksi. Menurut Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto, tidak hanya Grup Blue Bird yang menggunakan Toyota Limo, tapi juga Ekpress Taksi, Dian Taksi, dan Centris.

"Penjualan Toyota Limo sebanyak 2/3-nya adalah ke Grup Blue Bird," ujarnya. Menurut dia, rata-rata penjualan mobil Toyota ke segmen taksi mencapai sekitar 5.000 unit per tahun.

Pada 2006 lalu penjualan Toyota Limo mencapai sekitar 579 unit turun dibandingkan tahun 2005 yang mencapai 9.152 unit. Sedangkan tahun 2004 penjualan Toyota Limo mencapai 5.709 unit. Tahun 2003 dan 2002 TAM menjual Soluna ke segmen taksi dengan angka masing-masing 3.908 unit dan 3.901 unit.

"Penjualan Toyota Limo anjlok tahun lalu, karena pada 2005 terjadi permintaan yang signifikan, sehingga pada 2006 tidak ada peremajaan. Dalam keadaan normal permintaan mobil kami di segmen taksi hanya sekitar 4.000 sampai 5.000an per tahun," kata Joko. (*/boo)