< >

Luas Pertanaman Padi Telah Lampaui Target

Senin, 04 Juni 2007 23:36
Kapanlagi.com - Departemen Pertanian mengungkapkan luas pertanaman padi selama Januari-April 2007 lebih tinggi tiga persen dari yang ditargetkan seluas 8 juta hektar (ha).

Dirjen Tanaman Pangan Deptan, Sutarto Alimuso di Jakarta, Senin mengatakan, meskipun pada Musim Tanam (MT) 2006/2007 terjadi kemunduran tanam namun tak mempengaruhi perluasan tanam.

"Dengan posisi tersebut serta iklim 2007 yang tidak terlalu kering maka tak akan mengganggu rendana tanam di beberapa daerah tahun ini," katanya.

Sutarto mengatakan, dengan kondisi tersebut produksi padi tahun ini diharapkan meningkat dibanding 2006 yang mana pemerintah telah menargetkan naik sebanyak 2 juta ton setara beras untuk 2007.

Namun demikian, tambahnya, setelah melakukan pemantauan di beberapa wilayah sentra produksi padi terdapat keyakinan peningkatan produksi tahun ini bisa mencapai 2,75 juta ton setara beras sehingga terjadi surplus.

Dirjen mengakui terjadinya keterlambatan penyaluran benih unggul maupun pupuk bersubsidi ke petani namun hal itu dinilainya tidak akan sampai mengganggu target peningkatan produksi 2007.

"Penyerapan benih unggul bermutu diluar bantuan pemerintah cukup baik sekalipun ada hambatan sehingga diharapkan peningkatan produksi bisa mendekati target 2 juta ton dibanding 2006," katanya.

Menyinggung kemungkinan impor beras, Sutarto mengatakan, pada bulan ini akan dilakukan evaluasi terhadap Angka Ramalan (araM) produksi dari Badan Pusat Statistik (BPS).

"Jika angka ramalan menunjukkan produksi dalam negeri berlebih maka tidak perlu dilakukan impor," katanya.

Oleh karena itu, tambahnya, jika produksi dalam negeri mengalami surplus maka pemerintah melalui Perum Bulog perlu didorong untuk lebih banyak membeli gabah petani sebagai stok pangan nasional.

"Diharapkan stok pangan nantinya dipenuhi dari produksi dalam negeri," katanya.

Namun demikian, tambahnya, penyerapan gabah produksi petani tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah tetapi juga swasta dan masyarakat. (*/rsd)