
Kedatangan Tamara adalah untuk memberikan bantuan buku-buku pelajaran dan sumbangan alat-alat olahraga. Dalam kesempatan itu, wanita berdarah Sunda-Polandia itu juga menyempatkan diri untuk memberikan pelajaran layaknya seorang guru.
Tamara sangat menikmati perannya sebagai pengisi acara. Tidak hanya menggurui, dia juga memberikan hiburan dengan membaca puisi milik Kahlil Gibran berjudul Kisahku. Dia mengajak salah seorang penghuni Lapas, Fabian, berduet.
"Sangat menyenangkan," ungkap Tamara, ketika ditemui di Lembaga Pemsyarakatan Anak, Tangerang, Banten.
Pesan utama yang disampaikan Tamara kepada anak-anak yang rata-rata berusia 11-17 tahun tersebut adalah tentang pentingnya membaca dan menulis. Selain dirinya gemar membaca, Tamara berharap pengetahuan mereka tidak kalah dibandingkan anak-anak di luar lapas.
Dia mengaku, naluri keibuannya muncul ketika berbicara di tempat itu. Dia merasa memiliki tanggung jawab untuk memberikan perhatian kepada anak-anak tersebut. Menurut dia, anak bangsa adalah tanggung jawab bersama. Meski begitu, dia harus tetap kuat. Terlebih, dia becermin pada sikap Oprah Winfrey yang dianggap memiliki hati bijak.
"Oprah itu nggak bisa punya anak. Tapi, dia membangun sekolah untuk anak-anak di Afrika. Terus, dia bilang, 'Saya memang tidak punya anak. Tapi, seluruh anak di Afrika adalah anak saya'," ungkap Tamara. (kl/fia)
Lihat Profil: Tamara Bleszynski, Sony Tulung, Oprah Winfrey