
"Ini lebih karena aku tak paham perang. Jika Anda di satu sisi, dan aku berada di sisi lainnya, dan Anda terbunuh dan aku terbunuh, kita berdua sama-sama kalah. Aku berpikir orang-orang mesti belajar, kemanusiaan harus dipelajari. Tapi aku tak mengubah diri jadi, orang-orang hijau yang Anda kenal, berkeliling Hyde Park, dan menyerukan 'Hentikan perang.' Itu bukan diriku," ungkapnya.
Namun Osbourne mengaku kalai perasaanya pada masalah global memiliki peran besar dalam menulis lagu - khususnya konflik militer. "Jika ada sesuatu yang mempengaruhiku, itu tertuang dalam laguku. Aku tak dapat menulis tentang pria bertemu wanita, Anda tahu lah, 'Sharon I miss you'. Semacam itu. Aku tak dapat menulis tentang, 'Ho ho, betapa hari yang indah.' Jika semua tentara itu sudah melukai," ungkapnya. (stp/erl)
Lihat Profil: Ozzy Osbourne