"Kami sudah kenyang mendengar isu tsunami akan menerjang wilayah pantai selatan di Kabupaten Lebak. Meskipun ada isu tsunami akan kembali menimpa Aceh," kata Endang (40), warga Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Rabu, terkait adanya isu di Banda Aceh.
Ia mengakui, pasca tsunami yang melanda Provinsi Banda Aceh, sering kali ia mendengar isu tsunami akan menimpa wilayah pantai selatan, bahkan ada warga sempat juga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Namun setelah isu itu tidak terbukti, kini masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu serupa yang menyesatkan tersebut, dan kehidupan sosial berjalan seperti biasa.
"Isu tsunami di sini sudah hal biasa sehingga kami tidak menanggapi serius, sebab jika ditanggapi tentu bisa merepotkan semua warga," katanya. Meski banyak isu, ia mengaku bersama puluhan Kepala Keluarga (KK) yang jaraknya sekitar 20 meter dari pantai selatan Samudera Indonesia sampai saat ini tetap tenang menjalankan akitivitas sehari-hari, sekalipun ada gelombang pasang atau musim angin barat.
"Dari sejak kecil kami hidup di pesisir laut selatan, baru sekarang ini sering mendengar kata-kata tsunami terutama setelah kejadian musibah bencana di Aceh itu," ujarnya. Begitu pula nelayan di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, mengaku hingga kini tetap mereka menjalankan aktivitas keseharian melaut untuk menangkap ikan. "Pernah mendengar isu tsunami akan menimpa pantai selatan, namun kami tak terpengaruh karena satu-satunya hidup menggantungkan dari hasil laut," ujar Junaedi (45) seorang nelayan TPI Bayah.
Sementara itu, Camat Bayah Takhlidin menghimbau kepada masyarakat pantai selatan jangan terpengaruh adanya isu tsunami karena hal itu akan mengganggu stabilitas keamanan serta mengundang keresahan warga.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta masyarakat agar tenang dan tak terpengaruh adanya isu tsunami dan jika ada orang yang menyebarluaskan isu tsunami mereka akan berhadapan dengan hukum, katanya. (*/cax)