"Untuk underwritter Wika, sudah tidak ada masalah sama sekali hanya tinggal tunggu tandatangan saja," kata Meneg BUMN Sofyan Djalil, di Jakarta, Rabu.
Sebelumnya, menteri minta PT Wijaya Karya yang akan melakukan penjualan saham perdana (IPO) untuk menetapkan lead underwriter IPO.
Menteri tidak sependapat dengan penetapan prosedur pemilihan penjamin emisi IPO sebelumnya yang melalui mekanisme pengajuan tiga kandidat ke Kementerian Negara BUMN lalu Meneg BUMN yang akan mempertimbangkan dan memilihnya.
Menurut dia, BUMN yang bersangkutan atau yang berkepentingan idealnya yang langsung mengambil keputusan dan bertanggung jawab selama hal itu dilakukan melalui prosedur yang benar.
Beberapa waktu lalu berkas pengajuan yang diserahkan WIKA telah dikembalikan ke perusahaan jasa konstruksi tersebut untuk segera diputuskan.
Pada pekan ini, Wika telah menyerahkan rekomendasi penjamin emisi tersebut.
"Mereka sudah serahkan jadi tidak ada masalah lagi," katanya.
Sofyan mengaku tidak hafal nama-nama penjamin emisi yang direkomendasikan perusahaan itu.
"Saya tidak hafal sebab yang saya teken ada banyak sekali," katanya.
Menteri hanya menginginkan Wika menyatakan statemen integritas bahwa mereka telah melakukan prosedur dengan baik, tidak ada konflik kepentingan dan tidak ada intervensi pihak ketiga.
Pada awal Mei 2007, Wika telah menyeleksi penjamin emisi perseroan yang jumlahnya telah disusutkan dari sembilan menjadi lima konsorsium atau perusahaan.
Konsorsium yang diseleksi adalah Danareksa dan Trimegah, kemudian Bahana, CIMB, dan Indo Premier. Dan juga PT Mandiri Sekuritas, PT Optima Sekuritas, dan PT Danatama Sekuritas.
Sementara itu, rencana IPO yang semula direncanakan pada semester satu 2007 baru akan selesai Agustus atau September 2007. (*/rsd)