Mantan pemimpin Taiwan berusia 84 tahun itu tiba di kuil tersebut tak lama setelah pukul 10:00 waktu setempat. Dia mengatakan sebelumnya bahwa ia ingin mengunjungi kuil itu karena ia merasa ini merupakan kunjungan terakhirnya ke Jepang.
Kunjungannya ke kuil di mana para korban perang dan sejumlah orang yang disebut-sebut sebagai penjahat perang itu dimakamkan diduga akan membuat Cina marah.
Beijing telah menyatakan ketidaksenangannya terhadap Jepang yang mengizinkan kunjungan Lee ke Jepang, yang mereka pandang sebagai tokoh penting mewakili gerakan kemerdekaan Taiwan.
Cina juga memandang kuil itu sebagai simbol militerisme Jepang di masa lalu, karena di bawah pendudukan Jepang Cina dan beberapa negara lainnya menderita. (*/cax)