Laporan mengenai operasi lintas-perbatasan terhadap pemberontak Kurdi yang bermarkas di Irak utara telah meningkatkan ketegangan di daerah itu Rabu meskipun Turki membantah telah melancarkan serangan besar.
Tentara sejak itu mengumumkan larangan pada semua perjalanan udara dan darat antara Irak dan tiga provinsi Turki, termasuk Sirnak, sebagai bagian dari operasinya terhadap pemberontak Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang.
Sebuah surat kabar Turki mengatakan "daerah keamanan sementara" itu yang akan ditutup antara 9 Juni dan 9 September, juga akan digunakan untuk latihan pasukan udara.
Ada peningkatan dalam kekerasan pemberontak di wilayah itu dalam beberapa bulan belakangan ini dan sumber keamanan mengatakan tiga tentara tewas Kamis ketika kendaraan mereka meledakkan sebuah ranjau darat yang diyakini diletakkan di sebuah jalan oleh pemberontak.
Enam tentara juga luka-luka akibat ledakan itu, dua dari mereka serius, ketika mereka pulang dari satu operasi di provinsi Siirt, yang berdekatan dengan Sirnak.
Dalam satu operasi skala-kecil di dekat kota Cizre Kamis, militer mengerahkan lima tank dan sekitar 12 kendaraan militer yang lain di tepi sungai Tigris. Cizre berada sekitar 50 Km dari pintu perbatasan Irak Habur.
Komandan tank menembak melintasi sebuah lembah kering, berpasir ke arah sejumlah sasaran yang berada di sebuah lereng yang jauh.
Hampir 20 tentara berlindung dari matahari yang membakar di bawah sebuah terpal tenda besar yang berdekatan untuk melihat latihan itu, yang sumber setempat katakan akan memasuki hari ketiga. Latihan itu, yang dijadwalkan selesai Jumat, merupakan bagian dari latihan tetap.
Investor bingung
Satu sumber militer Tukri mengatakan Rabu, tentara telah melakukan operasi lintas-perbatasan terbatas terhadap pemberontak PKK yang bersembunyi di Irak utara. Baik pemerintah maupun staf jenderal tentara tidak memastikan operasi itu dan para pejabat di Ankara mengatakan tidak ada rencana untuk melakukan serangan besar sekarang ini.
Staf jenderal melukiskan penambahan pasukan belakangan ini di dekat perbatasan itu sebagai rutin. Setiap musim semi mereka mengirim lebih banyak tentara dan peralatan ke daerah itu untuk memerangi pemberontak PKK yang melintas ke Turki ketika salju gunung meleleh, katanya.
Kepala staf jenderal April minta pemerintah untuk mensahkan serangan guna menghancurkan pemberontak.
Aktivitas di perbatasan yang meningkat telah membuat bingung investor, yang mengkhawatirkan serangan besar akan merusak hubungan Ankara dengan AS dan Uni Eropa, serta membuat tidak stabil Irak utara yang sebagian besar penduduknya orang Kurdi, satu wilayah negara itu yang relatif tenang.
Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan telah menekankan, parlemen harus mensahkan setiap aksi militer Turki di luar perbatasan negara itu. Parlemen sekarang ini sedang reses sebelum pemilihan nasional 22 Juli.
Namun pemerintah mendapat tekanan publik untuk menindak lebih keras pemberontak PKK, yang pekan ini membunuh tujuh polisi paramiliter dalam satu serangan terhadap markasbesar mereka.
Ankara menyalahkan PKK atas lebih dari 30.000 kematian sejak pemberontak itu melancarkan perjuangan bersenjata mereka untuk memperoleh tanah air etnik di Turki tenggara pada 1984. AS dan EU juga menggolongkan PKK sebagai oranisasi teroris. (*/cax)