< >

Kebutuhan Gas di Jawa Capai 3.500 MMSCFD

Senin, 11 Juni 2007 08:57
Kapanlagi.com - Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Trijono mengatakan, kebutuhan gas di Pulau Jawa sangat besar mencapai 3.500 juta kaki kubik per hari (mile mile standard cubic feet per day/MMSCFD).

"Angka itu dengan asumsi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) di Jawa yang mencapai 35 juta kiloliter per tahun seluruhnya diganti dengan gas," katanya di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, pasokan gas melalui pipa yang kini mulai mengalir dari Sumsel dan kemungkinan nantinya dari Kaltim, masih belum cukup memenuhi kebutuhan gas di Jawa tersebut.

Total volume gas melalui pipa Sumsel-Jabar (South Sumatera West Java/SSWJ) hanya 700 MMSCFD, sementara Kaltim melalui pipa Kaltim-Jateng yang tengah direncanakan berkapasitas 700-1.000 MMSCFD.

"Pasokan dari ke dua wilayah tersebut masih kurang guna memenuhi kebutuhan gas di Jawa. Harus dicari dari sumber-sumber lainnya," katanya.

Ia menambahkan, pasokan gas SSWJ sebanyak 700 MMSCFD hanya cukup memenuhi kebutuhan gas di wilayah Jawa Barat. Itu pun masih kurang karena untuk mengganti seluruh pemaikan BBM di Jabar yang mencapai 10 juta kiloliter, membutuhan gas dengan volume 1.000 MMSCFD.

"Jadi, wilayah Jateng apalagi Jatim tidak kebagian gas dari Sumsel," tambahnya.

Menurut Trijono, pasokan gas ke wilayah Jateng dan Jatim akan tergantung pada pelaksanaan proyek pipa Kaltim-Jateng dan juga gas Blok Cepu.

Saat ini, terdapat tiga proyek pipa gas yang akan dibangun guna memasok gas di Jawa, yakni pipa gas ruas Kaltim-Jateng yang dimiliki PT Bakrie & Brothers Tbk, ruas Semarang-Cirebon milik PT Pertamina (Persero) dan Gresik-Semarang kepunyaan PT Rekayasa Industri. (*/rit)