"Saya saat di Jakarta, pekan lalu, dihubungi staf Tommy dan menyatakan bersangkutan sementara melirik peluang pengembangan kelapa sawait di Maluku," katanya di Ambon, Senin (11/06).
Wagub menyatakan pihaknya menyambut baik minat Tommy itu karena akan menimbulkan kepercayaan bagi investor lainnya, baik nasional maupun mancanegara bahwa provinsi ini benar-benar sudah aman pasca konflik sosial sejak 1999 lalu, serta ternyata potensi sumber daya alam (SDA) provinsi itu berprospek cerah jika dikelola.
"Jadi silakan Tommy maupun investor lainnya menanamkan modalnya di Maluku. Pemprov Maluku berusaha memberikan kemudahan pengurusan administrasi dan siap merekomendir izin," tambahnya.
Menurut Wagub, jika Tommy berminat untuk investasi, di Kabupaten Seram Bagian Timur(SBT) dengan potensi areal luas dan subur saat ini telah disediakan sekitar 80 ribu hektar untuk pengembangan kelapa sawit tahap awal.
Pengembangan kelapa sawit di Maluku kini sementara dipersiapkan realisasinya di Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB) oleh investor dari China dengan tahap awal seluas 30 ribu hektar.
Maluku dengan aneka potensi SDA bernilai ekonomis, kata Wagub, kini dilirik sejumlah pengusaha nasional dan asing yang menyatakan minat mengelola potensi perikanan.
"Jadi Pemprov Maluku memandang perlu membangunan sarana dan prasarana serta membuat pengurusan `satu pintu` serta menjamin iklim investasi kondusif sehingga investor bisa menanamkan modalnya di daerah ini," kata Wagub.
Beberapa waktu yang lalu, sejumlah Dubes negara sahabat seperti Rusia, Belanda, dan Jepang berkunjung ke Maluku guna menjajaki kerjasama di berbagai bidang, terutama investasi di sektor kelautan dan perikanan. (*/rit)