< >

Terhambat Lumpur, Ekspor Produk ke Perak Bisa Lalui Jalur KA

Senin, 11 Juni 2007 14:21
Kapanlagi.com - Untuk mengatasi hambatan dampak luapan lumpur di Porong, Sidoarjo, serta mengurangi kepadatan jalur lalu lintas jalan raya, maka ekspor dari sejumlah daerah di Jatim dapat melalui jalur KA dari Stasiun Bangil, Pasuruan.

Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) VIII Surabaya, Sudarsono, di Surabaya, Senin (11/06), menjelaskan, realisasi pengangkutan petikemas ekspor melalui jalur KA itu merupakan hasil kerjasama antara PT KAI dengan PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI).

PT KAI dan PT BJTI beberapa waktu lalu telah menggagas kerjasama pengiriman petikemas ekspor melalui jalur KA menyusul terhambatnya jalan tol Gempol-Surabaya dan Jalan Raya Porong dampak luapan lumpur Lapindo Brantas Inc.

Untuk merealisasikan gagasan itu selanjut PT KAI bersama PT BJTI melakukan ujicoba. "Setelah melalui ujicoba, menurut rencana mulai besok (12/6) akan diresmikan pengoperasian layanan itu," kata Sudarsono.

Guna memperlancar operasional layanan tersebut PT KAI telah menyiapkan dua lokomotif, 40 gerbong serta empat hektar lapangan penumpukan.

Sedangkan peralatan bongkar muat (crane), Dirut PT BJTI, Rahmat Satria sebelumnya telah menyatakan kesediaannya untuk menyiapkan perangkat tersebut.

Dengan dioperasikannya layanan pengangkutan eskpor melalui jalur KA

Berdasarkan data, arus petikemas ekspor melalui kawasan Porong, Sidoarjo, ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mencapai 1.000 twenty equivalent units (teus) per hari.

Petikemas ekspor tersebut tidak hanya dari kawasan industri PIER tapi juga dari berbagai daerah di Jatim seperti Pasuruan, Probolinggo, Jember, Malang dan lain sebagainya.

Sedangkan dalam pengoperasian perdana, direncanakan ada 15 petikemas ekspor yang akan diangkut melalui jalur KA dari Bangil ke Tanjung Perak serta 15 petikemas dari Tanjung Perak ke Bangil. (*/rit)