
"Kami berharap bisa bertahan selama tiga minggu di bioskop sehingga paling tidak lebih dari satu juta penonton menyaksikan film ini," ujar Produser Film COKLAT STROBERI, Ady Sumardjono, di Jakarta, Senin (11/6).
Ia menuturkan, meski film ini dibintangi oleh pemain berusia muda dan banyak warna-warni remaja, COKLAT STROBERI juga pantas ditonton orang tua.
Film yang didanai 100 persen oleh Investasi Film Indonesia (IFI) ini juga menghadirkan sedertan artis dan grup band papan atas Indonesia yang diharapkan menambah daya tarik. Sebut saja Luna Maya, Fauzi Baadillah, Vino G Bastian, Tike Priatnakusumah, dan juga grup band Ungu, yang ikut tampil dalam film itu.
Ady, yang juga Direktur IFI, mengatakan, film yang syutingnya memakan waktu 13 hari dan empat bulan produksi ini akan tayang di 85 bioskop jaringan 21cineplex di 18 kota.
"Kami juga melakukan roadshow ke sejumlah daerah seperti Surabaya, Medan, Makassar, Yogyakarta, Solo, dan Semarang untuk semakin mengenalkan film ini," ujarnya.
Film COKLAT STROBERI berkisah tentang proses pencarian jati diri remaja dan penentuan pilihan hidup. Cerita film ini di tulis Upi Avianto yang sebelumnya menggarap film REALITA, CINTA, DAN ROCK N ROLL, dan sutradara Ardy Octaviand.
Cerita berawal dari Key (Nadia Saphira) dan Citra (Marsha Timothy) yang tinggal bersama di sebuah kontrakan. Keduanya terus menunggak tagihan kontrakan sehingga ibu pemilik rumah, Ratna (Tike Priatnakusumah) akhirnya memasukkan dua orang anak temannya untuk meringankan beban Key dan Citra.
Dua orang cowok seumuran mereka itu adalah Nesta (Nino Fernandez) dan Aldy (Mario Merdhithia) yang belakangan diketahui merupakan pasangan 'kekasih' alias gay. Konflik terjadi ketika Nesta menyadari dirinya mulai jatuh hati pada Key, sementara Aldy yang pencemburu menjadi sangat posesif. Aldy juga menghadapi situasi yang berat ketika tak sanggup menyembunyikan jati dirinya yang sesungguhnya sebagai gay.
Upi mengungkapkan, cerita yang ditulisnya ini terinspirasi film BROKEBACK MOUNTAIN yang juga berkisah tentang kehidupan dua gay (diperankan Heath Ledger dan Jake Gyllenhaal) yang disutradarai Ang Lee. Film ini, kata Upi, diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi anak-anak muda sekarang dan juga orang tua.
"Jadi dengan nonton film ini orang tua menjadi lebih terbuka pada anak-anaknya dan bertanya pada anaknya, kamu coklat? stroberi? atau coklat stroberi," ujar Upi yang sering menulis cerita film bertema remaja itu.
Seperti halnya film-film remaja metropolitan, gaya hidup modern dan adegan ciuman bibir tak ketinggalan terlihat dalam film ini. Adegan ciuman antara Nesta-Key dan Nesta-Adi akan menjadi kejutan tersendiri bagi penonton, mengingat sebelumnya para pemain ini belum pernah melakoni adegan ciuman. Ditambah lagi akting pendatang baru di dunia film, Mario Merdhithia yang menjadi sosok laki-laki namun feminin. Aktingnya sangat menjiwai sebagai seorang gay yang pencemburu dan sensitif.
"Saya yakin film ini akan mendapat sambutan baik di kalangan remaja, sebab film ini tak hanya mengandalkan para pemainnya yang berkualitas, tapi juga soundtrack dan skenario yang bagus," demikian Ady. (*/boo)
Lihat Profil: Nadia Saphira, Marsha Timothy, Nino Fernandez, Luna Maya, Fauzi Baadilah, Vino G Bastian
Film ini boleh dikatakan lumayan. Dari ide cerita menarik dan mengandung nilai moral akan pencarian jati diri.
Awal cerita memang seru dan menarik untuk diikuti. Terdapat bumbu2 yang sangat pas dalam adonan beberapa scene yang terjadi.
Tapi sangat disayangkan melewati pertengahan dan puncaknya pada akhir cerita. Penonton mungkin sudah jelas dapat menebak endingnya dan it worst than what we were thinking!
Satu hal yang menarik disini, pemeran Aldi (Marrio Merdhithia) benar2 menunjukkan kelasnya. He did outstanding prformance! Well done, Sir!