"Menurut kru pesawat Lion, Janu tidak melakukan pemukulan terhadap wasit tapi ada orang lain yang memulai kerusuhan. Jadi Janu tidak terbukti bersalah," kata Ketua Komdis Togar Manahan Nero usai bersidang di Jakarta, Selasa.
Pada pertandingan tandang divisi utama Liga Djarum Indonesia 2007 ke Persmin pada 18 April tersebut, Arema kalah 1-2.
Saat akan pergi dari Manado, wasit dan anggota tim Arema kebetulan menggunakan pesawat yang sama.
Berdasarkan laporan yang diterima Komdis, sempat terjadi keributan di kabin pesawat, sehingga kemudian pihak keamanan bandara meminta Najamuddin beserta dua ofisial pertandingan lainnya untuk pindah pesawat.
"Kami akan mengirim surat ke Lion Air untuk menanyakan mengapa mereka memutuskan untuk memindahkan Najamuddin ke pesawat lain," jelas Togar, yang kembali memimpin sidang setelah permohonan non-aktifnya sebagai ketua Komdis, setelah namanya disebut-sebut terlibat isu suap, ditolak Ketua Umum PSSI Nurdin Halid.
Selain itu Komdis juga memberi teguran keras kepada panitia pelaksana pertandingan PSSA Asahan yang tidak melayani ofisial pertandingan dengan baik saat menjamu PSKPS Padang Sidempuan.
Sementara itu Ketua klub Penajam Medan Jaya (PMJ) Najamudin tidak datang memenuhi panggilan Komdis.
Ia sedianya akan dimintai keterangan soal kabar yang mengatakan ketua klub PMJ tidak memberikan uang kepada klub tersebut sehingga "walk out" saat harus menjamu Persih Tembilahan pada 24 Maret.
Akibatnya Komdis mendiskualifikasi PMJ dari divisi satu sehingga otomatis mereka degradasi ke divisi dua musim mendatang, ditambah denda Rp50 juta. (*/lpk)