"Saat ini tak perlu diperdebatkan siapa yang sudah tertangkap. Yang penting masyarakat terus memberi info mengenai keberadaan para teroris yang belum tertangkap," kata Boy di gedung DPR, Jakarta, Rabu.
Pernyataan itu dikemukakan untuk mengomentari kotroversi seputar tertangkapnya Yusron Mahmudi yang ternyata adalah Abu Dujana, teroris yang juga memegang posisi kepala sayap militer Jamaah Islamiah.
Menurut Boy, masyarakat perlu memaklumi kinerja Polri jika aparat keamanan itu tak segera mengumumkan hasil tangkapan mereka yang ternyata adalah teroris yang selama ini dicari-cari polisi.
"Jika polisi menunda pengumuman nama teroris yang tertangkap dan itu dimaksudkan untuk strategi menemukan teroris lainnya, publik harus memakluminya," katanya.
Boy mengatakan, siapapun yang tertangkap oleh polisi, entah itu teroris yang paling dicari-cari atau teroris yang baru jadi pengikut, acungan jempol perlu diberikan pada polisi.
"Tapi target untuk menangkap gembong teroris macam Nurdin M. Top harus tetap dijadikan tugas utama Polri dalam memerangi terorisme," katanya. (*/cax)