Kepala Humas Dinas Perikanan dan Kelautan Jateng, Sutarjo Nunuk Setyono, di Semarang, Rabu, mengatakan, peluang ekspornya cukup baik karena rajungan ini banyak diminati konsumen mancanegara.
ia menyebutkan, ekspor rajungan dalam kaleng dari Jateng pada Maret 2007 senilai 1,79 juta dolar AS dari volume 267,45 ton dan April 2007 naik menjadi 2,02 juta dolar AS dari volume ekspor 256,21 ton.
Eskpor rajungan yang umumnya masih dihasilkan dari penangkapan di laut, kata dia, memberikan andil yang cukup besar terhadap peningkatan ekspor perikanan Jateng.
Hasil perikanan Jateng lain yang ekspornya cukup besar, yaitu ikan tuna kaleng pada bulan April 2007 sebanyak 731,37 ton dengan nilai 2,12 juta dolar AS atau naik dibanding Maret 2007 hanya 520,9 ton (1,54 juta dolar AS).
Negara tujuan ekspor rajungan dalam kaleng asal Jateng ini, kata dia, terutama Amerika Serikat dan Singapura.
Secara keseluruhan nilai ekspor hasil perikanan Jateng April 2007 mencapai 23,16 juta dolar AS dari volume 5.711,82 ton atau meningkat dibanding Maret 2007 yang hanya 15,72 juta dolar AS dari volume 3.673,8 ton.
Mata dagangan komoditas perikanan Jateng yang masuk pasar ekspor bulan April 2007 sebanyak 22 jenis dengan tujuan ekspor cukup beragam, sehingga tidak tergantung dari suatu negara saja, katanya.
Beberapa komoditas ekspor hasil perikanan Jateng lainnya, menurut dia, cukup memberikan kontribusi yang meggembirakan yakni seperti ikan segar, udang beku, ikan kering, bawal beku, ikan teri nasi, kulit ikan, daging kerang, ubur-ubur kering, dan kerupuk udang.
Tujuan ekspor hasil perikanan Jateng antara lain ke Jepang, Perancis, Korea, Cina, Taiwan, Thailand, Belanda, dan Inggris.
Mengenai total ekspor perikanan Jateng tahun 2006 mencapai 17.064,70 ton dengan nilai US$61 juta atau naik dibanding tahun 2005 hanya sebanyak 16.744,42 ton dengan nilai US$16 juta . (*/rsd)