"Meski angka siswa yang tidak lulus masih cukup banyak, namun secara kualitas terjadi peningkatan karena standar kelulusan tahun ini lebih tinggi dan ketat dibanding tahun sebelumnya," kata Ngatman kepada wartawan di Pontianak, Rabu.
Berdasarkan data Diknas Kalbar, jumlah peserta UN untuk SMA di Kalbar sebanyak 23.593 siswa dengan angka tidak lulus 22,32 % atau 5.266 siswa. Secara rinci, jurusan IPA 13,02 %; IPS 25,55 % dan Bahasa 8,66 %.
Sedangkan untuk SMK, siswa yang tidak lulus 2.359 orang atau 23,59 % dari jumlah peserta 9.556 orang. Sementara Madrasah Aliyah (MA), jumlah peserta 3.396 siswa dengan tingkat kelulusan 65,93 % atau 2.239 siswa.
Ia menambahkan, untuk meraih hasil optimal dalam UN, sekolah dan Diknas telah melakukan persiapan intensif seperti kursus-kursus tambahan serta uji coba soal-soal UN yang juga melibatkan swasta.
"Dengan hasil ini, kami cukup bersyukur karena standar yang ditetapkan lebih tinggi dibanding tahun lalu," ujarnya.
Peraturan Menteri Pendidikan No 45 tahun 2006 tentang Ujian Nasional tahun pelajaran 2006/2007, menetapkan standar kelulusan UN dengan tiga mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika.
Siswa harus memperoleh nilai rata-rata minimal 5,00 dengan nilai paling rendah diantara ketiganya yakni 4,25 atau memiliki nilai 4,00 pada salah satu mata pelajaran dengan nilai dua mata pelajaran lainnya minimal 6,00.
Untuk 2006, syarat minimal kelulusan seorang siswa kalau nilai tiga mata pelajaran utama saat UAN mencapai 4,26. Selain itu, nilai rata-rata dari semua mata pelajaran yang diujiankan tersebut harus 4,51 serta tidak diberi untuk kesempatan mengikuti ujian ulangan.
Berdasarkan standar tersebut, tingkat kelulusan siswa SMP/sederajat tahun 2006 sekitar 69 %, SMU/sederajat antara 70 % hingga 90 % (sesuai jurusan), dan SMK 68 %, dari sekitar 60 ribu siswa yang mengikuti UN. (*/rsd)