Hujan lebat, lumpur dan banjir melanda provinsi-provinsi Hunan, Guangdong, Guangxi, Guizhou, Jiangxi dan Fujian sejak akhir pekan lalu, yang memaksa evakuasi 788.000 warga, kata Kementerian Urusan Sipil.
Persediaan pangan lenyap sementara orang-orang meninggalkan rumah mereka untuk menyelatkan diri, jaringan listrik terputus dan jalan-jalan tak bisa dilalui.
Pada Selasa, hujan dan lumpur menyebabkan kerugian ekonomi mencapai 4,7 miliar yuan (US$615 juta ), meruntuhkan 69.000 rumah dan menghancurkan 1.360 km hasil pertanian yang siap panen, kata kementerian itu.
Di kawasan utara Guangdong yang paling buruk dilanda bencara banjir, pasukan paramiliter dan tim penyelamat lainnya menggunakan speedboat untuk mengangkut bahan pangan bagi warga di 24 desa di Huangjin yang terkena runtuhan bebatuan gunung dan meluapnya Sungai Hanjiang, kata para pejabat setempat.
"Kami sedang mendistribusikan mie instan, beras, dan obat-obatan, kata seorang pejabat, Liu, kepada Reuters lewat telepon.
Pada Rabu hanya tampak hujan gerimis, namun belasan desa masih digenangi air dan jalan-jalan terputus, katanya. Para penyelamat sedang berupaya membasmi kuman di kawasan itu di mana air lupur itu dapat menimbulkan wabah penyakit.
Pihak berwenang di kotamadya Meizho, termasuk Huangjin, berupaya melakuan perbaikan sarana umum sebelum hujan lebat diprediksikan akan mengguyur sepanjang akhir pekan ini.
Banjir itu telah mencapai lantai dua rumah-rumah di Huangjin pada Jumat lalu, yang memaksa sejumlah warga meninggalkan rumah mereka, dan menghancurkan persediaan pangan mereka, kata liu.
Seorang anak laki-laki berusia delapan tahun tewas, dan seorang lainnya yang berusia 50 masih hilang di bawa bajir di Huangjin, katanya.
Lebih dari 3.000 orang masih tinggal di dalam kema di kotapraja dan sejumlah lainnya tinggal bersama keluarga yang terhindar dari bajir.
"Kami tidak akan dapat berpikir tentang memulai hidup hingga warga telah pulih dari bencana itu," kata Liu, dan menambahkan, "Jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal sangat banyak."
Padi yang hanya sekitar sebulan lagi dipanen telah hancur di Meizhou, suatu kawasan pertanian yang baru sedang dikembangkan, yang disebut budaya Hakka.
Sekitar 260 mm hujan selama tujuh jam pada Selasa malam yang menyebabkan banjir di kota Liuzhou di wilayah bagian baratdaya Hiangxi, yang merendam lebih dari 20 garasi basemen besar, kata Xinhua.
Hujan lebat akan berlangsung di tujuh provinsi di China selatan sepanjang Rabu, kata Pusat Meteorologi Nasional China di situs internetnya (www.nmc.gov.cn), dampak banjir itu telah dirasakan 13,6 juta penduduk.
Untuk pertama kali dalam tahun ini, Bendungan Three George di Sungai Yangtze, proyek listrik tenaga air terbesar di dunia, melepaskan penampungan air pada Selasa di level lebih rendah setelah setelah hujan lebat itu, kata Xinhua.
Ketika level itu meningkat 144,9 meter, dua jalur air dibuka untuk tetap pada level 144 meter. (*/rsd)