< >

300 Pulau di Kalbar Belum Bernama

Kamis, 14 Juni 2007 07:05
Kapanlagi.com - Setidaknya 300 pulau di perairan laut Kalimantan Barat (Kalbar) hingga kini belum memiliki nama sehingga menyulitkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk melakukan pengawasan dan pendataan potensi wilayah.

"Pulau-pulau itu tidak terdeteksi sehingga aktifitas apapun juga tidak diketahui. Pengawasan terhadap kepemilikan pulau sebagai bagian negara kesatuan menjadi lemah," kata Kepala DKP Kalbar, Budi Haryanto, di Pontianak, Rabu.

Ia menambahkan, secara keseluruhan terdapat 836 pulau yang tersebar di perairan Kalbar hingga ke perbatasan dengan Provinsi Bangka Belitung, Kepulauan Riau dan Negara Malaysia.

Letak Kalbar yang berada di kawasan Alur Laut Kepulauan Indonesia (AKLI) wilayah Selat Karimata dan Laut Natuna, amat strategis dalam dunia pelayaran. Jalur tersebut merupakan salah satu rute yang amat padat penggunanya.

Sebagian pulau tak bernama itu termasuk pulau terluar Indonesia yang berbatasan dengan Malaysia, tepatnya di bagian utara Kabupaten Sambas, Kalbar.

Keberadaan pulau itu merupakan sabuk pengaman sekaligus titik penentuan batas wilayah Perairan Indonesia sehingga jika tidak diperhatikan dikhawatirkan kepemilikan pulau tak berpenghuni tersebut akan diklaim oleh negara lain.

Selain itu, perairan di pulau tak bernama menjadi rawan karena dengan tidak adanya pengawasan, nelayan asing dapat dengan mudah mencuri ikan.

Ia mengatakan, untuk menjaga kedaulatan Indonesia melalui pulau-pulau terluar, pada Oktober akan datang tim dari Departemen Kelautan dan Perikanan. Tim tersebut akan meneliti pulau-pulau terluar di Kalbar sekaligus mendata dan memberi nama.

Secara hirearkis, program penamaan pulau-pulau terluar Indonesia merupakan kewenangan pemerintah pusat, sedangkan antarpropinsi kewenangan pemerintah daerah setempat.

Saat ini, rencana program penamaan pulau-pulau kecil di Kalbar tengah dibahas antara DPRD dan Asisten I (Bidang Pemerintahan) Provinsi Kalbar. (*/rsd)