Gempa Berkekuatan Besar Guncang Amerika Tengah, Bangunan Bergetar
Kapanlagi.com - Gempa berkekuatan besar mengguncang Guatemala dan El Salvador, Rabu, sehingga memaksa warga yang ketakutan untuk keluar dari bangunan yang tergetar, tapi tak ada laporan mengenai korban jiwa. US Geological Survey menyatakan gempa tersebut memiliki kekuatan 6,8 pada skala Richter dan berpusat di Samudar Pasifik, sekitar 75 kilometer di sebelah selatan kota kecil Escuintla, Guatemala. Gempa itu terjadi pada kedalaman sekitar 65 kilometer. Bangunan di Kota Guatemala bergoyang selama 30 detik dan orang-orang berlarian ke jalan-jalan. Orang tua membentuk barisan panjang di luar gedug sekolah untuk mencari anak mereka, dan pemerintah meminta warga agar menjauh dari bangunan tinggi. "Saya takut sesuatu akan ambruk. (Gempa) itu sangat kuat," kata Marcelo Rocha, penjaga keamanan berusia 19 tahun di satu instalasi eksport gula di Puerto Quetzal, pelabuhan paling sibuk di Guatemala yang terletak di dekat pusat gempa. Dinas layanan darurat menyatakan negara itu tampaknya tak mengalami kerusakan. "Kita semua siap, tapi kita harus tetap tenang," kata Presiden Guatemala Oscar Berger dalam pidato kepada masyarakat. "Tak ada laporan mengenai bangunan atau orang yang terancam." Kementerian Dalam Negeri El Salvador menyatakan tak ada laporan mengenai korban jiwa atau cedera di negeri tersebut. Gempa kembar hanya terpaut satu bulan menewaskan sebanyak 1.150 orang di El Salvador pada 2001, kebanyakan korban tertimbun reruntuhan besar di dekat ibukota negeri itu, Sal Salvador. Negara miskin di Amerika Tengah tersebut rentan terhadap gempa, topan badai dan letusan gunung berapi --yang seringkali diikuti oleh longsor berbahaya. Kenangan menakutkan Gempa bumi di Guatemala menyulut kenangan menakutkan mengenai gempa berkekuatan 7,5 pada skala Richter yang mengguncang dataran tinggi yang dihuni suku pribumi di negeri itu pada 1976, sehingga menewaskan lebih dari 23.000 orang, banyak di antara mereka tertimbun reruntuhan tembok rumah. "Rasanya seperti gempa itu," kata Ponciano Martinez, petugas pemadam berusia 49 tahun di Escuintla. "Ada beberapa truk tangki air yang sangat besar yang bergerak di sini, itu caranya kami mengetahui gempa tersebut kuat." Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Hawaii mengeluarkan pemberitahuan gempa Rabu tapi menyatakan tak ada ancaman tsunami. "Gempa itu terlalu dalam untuk memicu bahaya tsunami," kata Gerard Fryer, ahli geofisika di Pusat tersebut. "Kami kira tak ada bahaya tsunami di Pasifik, yang luas, tapi kami akan memantau keadaan," kata David Walsh, ahli oceanografi di Pusat Peringatan tersebut. Wanita jurubicara kelompok petani kopi Guatemala, Anacafe, mengatakan tak ada laporan mengenai kerusakan tanaman, sementara pabrik penggilingan tebu menyatakan mereka merasakan guncangan tapi tak ada kerusakan. (*/cax) |