< >

Cadangan Bensin AS Tak Berubah, Harga Minyak Naik

Kamis, 14 Juni 2007 09:59
Kapanlagi.com - Harga minyak dunia Rabu (Kamis pagi) melonjak setelah pemerintah AS melaporkan cadangan bensin tidak berubah pekan lalu, perkiraan peningkatan selama liburan di AS yang diikuti bepergian.

Di Abu Dhabi, Presiden OPEC Mohammad bin Dhaen al-Hamli mengatakan dia merasa pasokan ke pasar minyak mentah tidak bermasalah, terkait dengan peningkatan produksi di negara konsumen.

Pasar juga menunggu laporan dari lembaga pengamat atom PBB terhadap program nuklir Iran, produsen minyak mentah terbesar keempat di dunia.

Sementara itu, kontrak utama berjangka minyak jenis ringan di New York untuk pengiriman Juli naik 91 sen dan bertengger di US$66,26 per barel.

Di London, minyak Laut Utara Brent untuk pengiriman Juli melonjak US$1,15 dan ditutup pada US$69,94 per barel.

Harga minyak mentah melonjak setelah Departemen Energi AS (DoE) mengatakan persediaan bahan bakar motor di AS tidak berubah p[ada 201,5 juta barel selama sepekan sampai 8 Juni, di bawah tingkat rata-rata untuk tahun ini dan mengakhiri kenaikan yang telah berlangsung selama lima pekan berturut-turut.

Pasar memprediksikan kanaikan persediaan bahan bakar motor sebesar 1,6 juta barel.

DoE mengatakan cadangan minyak mentah AS naik 100.000 barel pekan lalu menjadi 342,4 juta barel, berlawanan dengan perkiraan kalangan analis yang turun 275.000 barel.

Cadangan minyak hasil olahan -- gas dan minyak pemanas -- naik 300.000 barel menjadi 122,6 jutabarel, meski masih tetap di bawah level tahun lalu.

"Laporan itu menunjukkan pemulihan. Pasar mengantisipasi peningkatan secara signifikat kedua produk itu dan keduanya tidak memuaskan," kata Eric Wittenauer dari AG Edwards.

Kenaikan harga itu juga memperoleh deukungan dari penurunan kapasitas produksi industri pengolahan selma dua pekan berturut-turut, katanya.

Pasokan bensin masih tetap terfokus pada peningkatan permintaan bahan bakar itu selama liburan musim panas yang diwarnai dengan aktivitas berkendaran.

Meskipun pekan ini mengalami peningkatan, cadangan bensin di AS tetap lebih rendah dari level selama setahun terakhir.

Di Abu Dhabi, Presiden OPEC Hamli yang juga menteri energi Uni Emirat Arab (UEA), mengatakan, "Pasokan minyak ke pasar memuaskan."

Diamengatakan kenaikan harga minyak adalah hasil dari "tekanan politik di beberapa kawasan produksi minyak, spakulasi pasar dan tersendatnya produksi di industri penyulingan negara konsumen."

Mengacu pada komentarnya, Iran menepis upaya PBB untuk mencampuri program nuklirnya karena lembaga pengamat atom PBB telah melakukan pertemuan untuk mendengar laporan yang dapat membawa sanksi baru selangkah lebih dekat.

Pimpinan Lembaga Energi Atom Internasional, Mohamed ElBaradei, mengatakan kepada 35 negara anggota dewan gubernur IAEA bahwa Iran tetap melakukan melakukan pengkayaan uranium, yangbertentangan dengan resplusi Dewan Keamanan PBB.

Kalangan analis mengingatkan bahwa Iran mungkin memustuskan untuk menunda ekspor minyaknya jika dikenai sanksi baru.

Selasa lalu, IAEA menyampaikan prediksinya mengenai permintaan minyak mentah dunia untuk 2007.

IAEA memprediksikan bahwa permintaan minyak dunia akan naik dua% tahun ini, berubah dari perkiraan awal yang naik sekitar 400.000 barel per hari, terutama karena adanya penyesuaian dari data permintaan sebelumnya yang ccukup besar.

Dalam laporannya, IAEA juga mengingatkan bahwa pasokan minyak ke pasar akan ketat pada semester kedua tahun ini, yang selanjutnya membawa resiko mendorong harga naik.

Presiden OPEC Hamli di Abu Dhabi meminta "dialog yang intensif antara negara produsen dan konsumen untuk mengkonsolidasikan stabilitas pasar dan perekonomian dunia." (*/rit)