< >

Pesat Pertumbuhan Ekonomi Dunia Berdampak Tingginya Permintaan Karet

Kamis, 14 Juni 2007 15:28
Kapanlagi.com - Pertumbuhan ekonomi dunia yang cukup pesat selama sepuluh tahun terakhir, terutama di kawasan Asia Pasifik dan Anmerika latin berdampak terhadap tingginya permintaan karet alam.

"Permintaan karet alam akan terus meningkat hingga tahun 2035 menjadi sekitar 15 juta ton," kata Dirjen Perkebunan Departemen Pertanian Ahmad Mangga Barani di Nusa Dua, Bali Kamis.

Selesai membuka Konferensi dan pameran hasil perkebunan Karet yang melibatkan 500 peserta dari sejumlah negara penghasil dan pembeli karet, ia mengatakan, permintaan yang terus meningkat itu harus diimbangi dengan peningkatan produksi dalam jumlah yang memadai.

Pertumbuhan produksi diperkirakan masih tetap stabil, yakni sekitar dua persen per tahun, sehingga produksi karet alam dunia tahun 2035 menjadi sekitar 13,6 juta ton. dengan demikian pada jangka panjang akan terjadi kekurangan bahan baku, sehingga kondisi itu dapat memicu kenaikan harga karet alam dunia.

Ahmad Mangga menilai, prospek industri karet alam di masa mendatang akan cukup cerah serta peluang pasar yang cukup besar.

Indonesia sebagai negara penghasil karet terbesar di dunia setelah Thailand menghadapi tantangan yang cukup berat dalam pengembangan industri dan pelaku usaha yang bergerak dalam pengembangan komoditi perkebunan karet.

Tantangan tersebut antara lain untuk dapat menangkap momen harga yang cukup baik dewasa ini, sehingga memerlukan kebijakan dan strategi yang tepat dalam meningkatkan produksi dan kualitas produk berbasis karet alam.

Selain itu memerlukan dukungan kebijakan dan strategis yang tepat dalam mengembangkan industri hilir karet di berbagai skala usaha, guna memperoleh nilai tambah yang paling maksimal dari agribisnis karet.

Selain itu dalam menghadapi pasar global, memenuhi tuntutan konsumen dan konservasi lingkungan, memerlukan upaya perbaikan dan penerapan teknologi maju dalam mencapai standar sesuai kebutuhan pasar (eco-labeling), ujar Ahmad Mangga.

Konferensi dan pameran hasil perkebunan Karet berlangsung dua hari diiikuti peserta dari Malaysia, Vietnam, China, India dan negara-negara produsen karet lainnya, disamping tuan rumah Indonesia. (*/cax)