
Dalam 2,5 jam ia mengamati setiap adegan dan dialog panjang yang tampilkan Teuku Zacky, pemeran Abang Thamrin diantara para pemain teater dari Sanggar Pelakon. Usai pertunjukan, Wulan yang telah ditunggu para wartawan langsung berkomentar panjang tentang pementasan itu.
"Pementasan ini mengangkat tema sejarah, jadi agak serius dibawakannya dan lebih sulit karena dialog-dialognya sangat panjang," kata Wulan Guritno di Jakarta, akhir pekan lalu.
Wulan yang juga sering tampil di panggung membaca puisi ini mengatakan secara pribadi dirinya memang menyukai pertunjukan teater. Terkait pementasan "Abang Thamrin dari Betawi", ia menilainya sangat menarik.
"Secara pribadi aku suka pertunjukan ini, zaman sekarang masih ada kelompok teater yang mengangkat tema-tema sejarah dalam sebuah pementasan," kata perempuan kelahiran London, 14 April 1980 ini.
Ibu dari Syalom Syach Razadee ini mengaku sebagai penikmat pertunjukan seni, dirinya bukan ahlinya mengapreasi sebuah pertunjukan teater. Namun dari seringnya menonton pertunjukan teater, ia jadi bisa memberikan penilaian sendiri.
"Setiap pementasan teater punya ciri khas dan kemasan yang berbeda-beda, jadi tidak bisa kita langsung mengatakan baik atau buruknya pementasan, sebab semua ada maksudnya," demikian ungkap Wulan. (*/erl)
Lihat Profil: Wulan Guritno