Pernyataan itu dikemukakan Jurubicara Departemen Luar Negeri Kristiarto Legowo di Jakarta hari Kamis, menyusul peningkatan sengketa internal di Palestina beberapa hari terakhir.
"Konflik internal itu makin menjauhkan persatuan Palestina dan bahkan melemahkan legitimasi pemerintah persatuan Palestina," katanya.
Pemerintah Indonesia, tambahnya, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peningkatan sengketa antara kelompok HAMAS dan Fatah, yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan harta, yang luar biasa.
"Sehubungan dengan itu, pemerintah Indonesia menyeru seluruh faksi menghentikan konflik dan segera membangun upaya rekonsiliasi untuk memulihkan pemerintah persatuan Palestina dan persatuan bangsa Palestina," katanya.
Pemerintah Indonesia menilai perpecahan di antara kelompok itu hanya akan memperkuat pendudukan asing dan menjauhkan solusi atas sengketa Palestina, yang telah berlangsung lama.
Sementara itu, 40 polisi Palestina setia pada kelompok sekular Fatah menyeberangi perbatasan menuju Mesir untuk menyelamatkan diri dari pertempuran dengan kelompok garis keras HAMAS di Jalur Gaza hari Rabu, kata sumber keamanan Mesir.
Polisi itu adalah anggota pasukan keamanan preventif, yang kantornya di kota Khan Yunis, Gaza selatan, hancur dalam serangan bom hebat Rabu pagi di tengah peningkatan pertempuran antara kedua kubu bersaing tersebut.
Sekitar 10 warga Palestina juga memasuki Mesir setelah membuat lubang di dinding beton, yang memisahkan sisi perbatasan Palestina dan Mesir di kota perbatasan terbelah Rafah, kata sumber sama.
Sementara itu, sedikit-dikitnya 16 orang tewas dalam bentrok hari Rabu antara HAMAS dan pasukan setia pada Presiden Mahmud Abbas dan kelompok Fatah-nya. Sekitar 25 orang tewas dalam pertempuran hari Selasa.
Secara keseluruhan, 63 orang lagi tewas sejak bentrok internal meletus Kamis lalu antara kedua kelompok Palestina tersebut. (*/lpk)