< >

Haniya: Hamas Takkan Proklamasikan Negara di Jalur Gaza

Jum'at, 15 Juni 2007 17:29
Kapanlagi.com - HAMAS takkan memproklamasikan negara di Jalur Gaza, tempat Gerakan Perlawanan Islam itu mengalahkan pesaingnya, Fatah, kata Perdana Menteri Palestina Ismail Haniya, Jumat pagi, yang menyebut pemecatan dirinya oleh Presiden Mahmoud Abbas dan anggota lain pemerintah pimpinan HAMAS sebagai "pradini".

"Jalur Gaza adalah bagian tak terpisahkan tanah air dan penduduknya adalah bagian tak terpisahkan rakyat Palestina. Tidak untuk negara di Jalur Gaza ialah karena negara adalah suatu keseluruhan yang tak dapat dipecah-pecah," kata Haniya dalam pidato yagn ditayangkan oleh televisi pada tengah malam.

"Presiden Mahmoud Abbas mengambil keputusan pradini yang mengkhianati semua kesepakatan yang telah dicapai," katanya.

Ia menimpakan kesalahan atas gelombang kerusuhan paling akhir tersebut yang meletus satu pekan sebelumnya atas para pendukung Fatah, dan menuduh mereka "telah melakukan kejahatan dan telah membunuh warga karena alasan politik mereka dan telah menghukum mati yang lain setelah menculik mereka".

Ia berjanji bahwa organisasi internasional dan warganegara asing --yang menghentikan kegiatan di Jalur Gaza selama beberapa hari terakhir akibat pertempuran-- "akan menerima perhatian yang diperlukan dan pengamanan dan kami berkeras akan menghormati kebebasan dan hak asasi manusia".

Para petempur HAMAS merebut instalasi penting lain dari kelompok saingannya Fatah di Jalur Gaza, Kamis malam, demikian laporan media Israel.

Markas kantor pusat bagi pasukan keamanan Palestina, Saraya, telah jatuh ke tangan HAMAS, kata laporan tersebut.

Aktivis HAMAS telah merampas banyak senjata, kendaraan dan dokumen, katanya.

Tindakan itu hanya menyisakan kediaman Presiden Mahmoud Abbas ke dalam kekuasaan pengawal presiden pemerintah di Jalur Gaza. (*/cax)