Peluang Persijap Cukup Berat
Kapanlagi.com - Peluang Persijap melangkah ke babak perdelapan besar Turnamen Sepak Bola Copa Indonesia 2007 cukup berat, setelah pada pertandingan pertama di Stadion Kamal Junaidi Jepara, Jumat petang, hanya bermain imbang lawan Persib Bandung, 0-0. Peluang cukup berat ini, mengingat pada pertandingan kedua atau leg kedua, tim asuhan pelatih Yudi Suryata harus memainkan partai tandang di Stadion Siliwangi Bandung yang sampai kini belum diketahui jadwal pertadingannya. Pertandingan antar kedua tim di Jepara ini berlangsung dalam tempo yang cepat dan keras, sehingga wasit D. J. Effendy harus sering membunyikan peluit sebagai tanda pelanggaran yang dilakukan pemain kedua kesebelasan. Pada babak pertama pertandingan berlangsung seimbang, mengingat kedua tim saling melancarkan serangan, bahkan mereka hampir sama memiliki peluang untuk mencetak gol tetapi tidak bisa diselesaikan dengan baik oleh pemain kedua tim. Tim tamu mendapat peluang, tetapi tendangan Gilang Angga terlalu tinggi di atas mistar gawang Persijap yang dijaga oleh Danang Wihatmoko, kemudian tendangan Erik Setiawan juga melenceng di samping kanan gawang tuan rumah. Tendangan Christian Bekamenga terlalu tinggi, setelah menerima umpan silang dari Barkowi, sedangkan peluang Persijap ketika striker Fakhrudin melancarkan tendangan, tetapi ternyata tidak mengarah ke gawang melainkan menyusur di depan gawang Persib yang dijaga Tema Mursadat. Komang Adnyana yang berdiri bebas terlambat mengantisipasi tendangan Fakhrudin, padahal dengan sekali sontekan tentunya bola itu akan masuk karena kondisi gawang Persib kosong. Memasuki babak kedua, permainan bertambah keras, bahkan pemain Persib Erik Setiawan mendapat kartu merah pada menit ke-54 karena mengganjal pemain Persijap, Bachtiar, mengingat sebelumnya mendapat satu kartu kuning, kemudian ketika mengganjal Bachtiar kembali mendapat kartu kuing dan langsung merah. Keputusan wasit ini sempat diprotes pemain-pemain Persib Bandung sehingga pertadingan sempat terhenti beberapa saat, tetapi wasit tidak bergeming dengan keputusannya. Meskipun Persib bermain dengan 10 pemain, tuan rumah tidak bisa mencetak gol ke gawang lawan, padahal banyak peluang emas yang tercipta setelah kejadian tersebut. Seperti tendangan kaki kiri Komang Adnyana terlalu pelan dan dengan mudah ditangkap kiper Persib, padahal posisi mantan pemain Persegi Bali FC itu tinggal berhadapan dengan kiper, kemudian tendangan Anton Hermawan berhasil ditepis kiper, tendangan Komang kembali melenceng, kemudian Doni Siregar melakukan tendangan voli tetapi bisa ditepis dengan baik oleh Tema Mursadat. Sampai pertandingan berakhir, kedudukan tetap imbang 0-0. Wasit Effendy yang memimpin pertandingan ini mengeluarkan kartu kuning untuk Komang Adnyana (Persijap), Nova Arianto, dan Barkowi (Persib) serta satu kartu merah untuk Erik Setiawan (Persib Bandung). Pelatih Persijap, Yudi Suryata mengatakan, pihaknya kecewa dengan hasil ini karena peluang untuk melangkah ke babk berikutnya cukup berat karena harus ertanding di Bandung. "Terus terang kita kesulitan melakukan perubahan di lini depan karena ada beberapa pemain yang belum bisa dimainkan akibat cedera. Kita akan memasukkan striker Noorhadi sangat riskan karena yang bersangkutan masih cedera," katanya. Dia berharap beberapa pemainnya seperti Amrildo Souza yag cedera sudah bisa dimainkan, kemudian gelandang serang Leandro Brag sudah kembali ke Jepara. Asisten Pelatih Persib, Jajang Nurjaman mengatakan, sebenarnya pada babak pertama, timnya bermain terbuka dengan tetap melancarkan serangan ke daerah pertahanan lawan, tetapi setelah satu pemainnya mendapat kartu merah, akhirnya semua pemain turun ke bawah membantu pertahanan. "Pada babak kedua kita cenderung main bertahan," katanya. (*/lpk) |