"Pusat pembangkit listrik skala kecil dengan instalasi untuk penerangan bagi seluruh warga setiap desa pekraman itu bernilai sekitar Rp60 juta," kata Koordinator Humas PT PLN Distribusi Bali Hendra Saleh di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan, bantuan 35 genset itu akan direalisasikan dalam tahun 2007, sebagai salah satu bentuk kepedulian PLN terhadap warga masyarakat yang selama ini belum terjangkau pelayanan listrik.
Desa adat pekraman yang mendapat bantuan genset itu umumnya di tempat-tempat pemukiman yang baru berkembang, atau pemekaran dari desa adat inti.
"Pemekaran pemukiman baru tidak hanya terjadi di Nusa Penida, namun juga terjadi di tempat-tempat lainnya di Bali," ujar Hendra Saleh.
Pihaknya masih mempunyai "PR" untuk menjangkau 98 dusun (banjar) yang lokasinya cukup terisolir dan jauh dari jangkauan jaringan dan gardu PLN.
"Jangkauan konsumen di tingkat banjar itu akan digarap secara bertahap sesuai dukungan dana yang tersedia, yang selama ini mampu menangani dua hingga lima banjar setiap tahunnya," ujar Hendra Saleh.
Sementara untuk desa dan kelurahan di Bali seluruhnya sudah terjangkau 100 persen pelayanan listrik pada tahun 1996, atau sebelas tahun yang silam. Padahal tingkat nasional sasaran menjangkau seluruh desa dan kelurahan itu baru pada tahun 2020.
Persentase pelayanan kelistrikan di Bali paling tinggi dibanding daerah-darah lainnya di Indonesia. Atas prestasi yang dicapai itu Bali dijadikan proyek percontohan secara nasional dalam pengembangan dan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat konsumen.
Selain itu pelayanan mengarah menjadi etalase PLN setara kelas dunia. Untuk itu telah dilakukan berbagai upaya dan inovasi-inovasi baru dalam mengembangkan produk layanan, seiring dengan tekad membangun PLN Bali setara pelayanan kelas dunia, ujar Hendra Saleh. (*/rsd)