Beberapa perusahaan perkebunan di Jambi yang akan mendapatkan suntikan dana kredit BI itu antara lain PTPN VI Jambi-Sumatera Barat yang mengelola sejumlah perkebunan komoditi kelapa sawit, karet, dan teh. Serta perkebunan inti kepala sawit dan pengelola minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) PT Kresna Sekernan.
Suntikan dana kredit untuk modal pengembangan usaha perkebunan sebagai bentuk kepedulian bank sentral tersebut memperkuat basis ekonomi rakyat di sektor perkebunan. Masyarakat Indonesia yang 60 persen bekerja di bidang perkebunan sudah saatnya kini diperhatikan dengan meningkatkan produktifitas dan aneka produk perkebunan untuk meningkatkan pemasukan devisa dan kesejahteraan rakyat.
Provinsi Jambi selama ini dominan mengembangkan komoditi karet dan kelapa sawit dan kini telah menjadi andalan ekspor nasional. Misalnya luas perkebunan karet rakyat dan inti 132.000 ha, namun sebagian besar harus diremajakan karena berusia tua (karet tua) yang kurang produktif. Sedang perkebuanan inti dan plasma kelapa sawit hinggi kini terus berkembang yaitu mencapai 420.000 ha. (*/boo)