"Daging babi hutan tersebut berasal dari Palembang tujuan Jakarta yang tidak dilengkapi dokumen resmi sehingga disita petugas," kata Kepala KPPP Merak, AKP Moch Sujatna, di Merak, Banten, Sabtu (16/6).
Sujatna mengatakan, daging babi hutan itu dikemas sebanyak 36 karung besar ukuran 50 KG yang diangkut menggunakan truk bernopol BG 4079 MH. Terungkapnya kiriman daging babi hutan, menurut Sujatna, berawal saat petugas KPPP Merak melakukan razia rutin Pekat Krakatau 2007 di pintu keluar Pelabuhan Penyeberangan Merak.
Saat petugas memeriksa salah satu kendaraan truk yang baru turun dari kapal ferry, ditemukan muatan tiga puluh enam karung yang berisi daging babi hutan. Setelah pengemudi truk diperiksa, akhirnya menyerahkan daging babi hutan yang akan diedarkan ke Jakarta itu ke kantor Stasiun Karantina Hewan (SKH) Merak.
Sementara itu, Staf SKH Merak Okie Oktavian mengatakan dari hasil pemeriksaan dokumen, daging babi hutan tersebut hanya dilengkapi surat dari Dinas Pertanian Kota Palembang. Padahal pengiriman khusus daging babi hutan harus disertai surat rekomendasi dari Kantor Statsiun Karantina Hewan Bakauheni, Lampung sesuai dengan Undang Undang Nomor 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Dituturkan Oktavian, daging babi hutan tanpa dokumen tersebut dikhawatirkan mengandung cacing pita, selain itu daging babi hutan sebanyak satu ton tersebut hasil pemotongan hewan atau hasil berburu.
"Jika hasil berburu, dikhawatirkan ada bekas gigitan anjing maka sangat berpotensi terjangkit virus sejenis anthrax," kata Oktavian.
Catatan SKH, selama Bulan Juni 2007 ini, pihak SKH Merak telah menyita daging babi hutan asal Pulau Sumatera tanpa dilengkapai dokumen yang resmi sebanyak tiga kali. Di lain pihak, pengemudi truk, Andi Purwanto mengatakan daging babi hutan tersebut diangkut di sebuah gudang di daerah KM 12 Palembang dengan tujuan Kalijodo, Jakarta Utara.
Menurut Purwanto, dirinya diberi biaya ongkos kirim sebesar Rp1,3 juta untuk mengantar kiriman tersebut, namun oknum yang memberikan biaya tersebut tidak dikenalnya. (*/boo)